Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Grebeg Sura Baturraden: Merawat Tradisi dan Kelestarian Budaya Banyumas

Posted on September 16, 2026September 16, 2026 by zulfa izaz
Sumber gambar: Anang Firmansyah/detikJateng

Tradisi Grebeg Sura kembali selenggarakan di kawasan Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (12/7/2026). Ribuan warga hadir untuk menyaksikan sekaligus mengikuti rangkaian tradisi yang menjadi bagian dari upaya menjaga dan melestarikan kebudayaan masyarakat Banyumas.

Salah satu daya tarik utama dalam perayaan tersebut adalah gunungan hasil bumi setinggi sekitar lima meter. Gunungan menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang sudah diperoleh sekaligus menggambarkan semangat gotong royong warga di sekitar Baturraden.

Grebeg Sura tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperkenalkan tradisi kepada generasi muda. Kegiatan ini mencerminkan nilai budaya, kebersamaan, dan rasa syukur yang tetap dijaga di tengah perkembangan zaman.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi budaya dan doa. Sesaji kemudian dilarung di Sungai Gumiwang. Setelah itu, masyarakat mengikuti perebutan hasil bumi dari gunungan yang menjadi simbol hasil kerja sekaligus ungkapan rasa syukur.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banyumas, Sutrisno, mengatakan seni dan budaya lokal harus terus dilestarikan agar tetap hidup di tengah masyarakat.

β€œIni adalah seni dan budaya yang harus terus diuri-uri. Tugas pemerintah memberikan fasilitasi agar seni budaya yang berkembang di Banyumas tetap hidup dan dilestarikan.”

Menurut Junaidi, gunungan hasil bumi juga menjadi simbol gotong royong dan rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang dihasilkan wilayah sekitar Baturraden.

β€œIni bentuk gotong royong bersama. Gunungan menjadi simbol rasa syukur kepada Allah atas hasil bumi yang dihasilkan masyarakat sekitar Baturraden.”

Ia berharap masyarakat semakin guyub rukun, serta mampu bersinergi dalam mengembangkan pariwisata.

Antusiasme warga dari berbagai usia menunjukkan bahwa Grebeg Sura masih mendapat tempat di tengah masyarakat. Utami, warga Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, mengaku baru pertama kali mengikuti tradisi tersebut.

β€œSeru tadi rebutan gunungannya. Saya dapat kacang panjang, pare sama daun bawang. Nanti mau dimasak. Ini baru pertama kali datang ke acara Grebeg Sura.”

Bagi sebagian masyarakat, hasil bumi dari gunungan juga dimaknai sebagai bagian dari ngalap berkah dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Praptini, warga Desa Pabuaran, mengaku senang dapat mengikuti prosesi tersebut.

β€œIni nanti buat dimasak. Tadi sempat terinjak-injak waktu rebutan gunungan, tapi tidak apa-apa. Demi dapat hasil bumi ini, ngalap berkah.”

Antusiasme tersebut menunjukkan kuatnya keterikatan masyarakat terhadap tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Pelaksanaan Grebeg Sura berpotensi mendukung pariwisata Baturraden sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Namun, pengembangan tradisi sebagai daya tarik wisata tetap perlu memperhatikan nilai historis, sosial, spiritual, dan kebersamaan yang terkandung di dalamnya.

Keberlanjutan tradisi membutuhkan keterlibatan pemerintah, pelaku budaya, masyarakat, dan generasi muda agar Grebeg Sura terus berkembang tanpa kehilangan identitas dan makna aslinya.

Penulis: Rasya Putra Agusti 

Editor : Zulfa Izaz Mudasir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme