sudutnalar.com, 15 September 2026

Mahasiswi Bisnis Digital Telkom University Purwokerto, Citaninggun Pertiwi, telaten merias wajah kepada klien di lokasi periasan. (Foto: sudutnalar.com/Desta Hikmah Setyani)
PURWOKERTO, sudutnalar.com — Hobi merias wajah (makeup) tidak hanya dilakukan untuk diri sendiri. Bagi Citaninggun Pertiwi atau yang akrab disapa Anggun, merias wajah telah menjadi kegemarannya sejak kecil. Berbekal rasa percaya diri, mahasiswi semester lima Program Studi Bisnis Digital Telkom University Purwokerto ini mulai merias wajah orang lain sejak duduk di bangku kelas XII3 SMA. Aktivitas tersebut sering kali menghadirkan tantangan tersendiri yang menciptakan berbagai pengalaman menarik.

Rangkaian peralatan dan produk tata rias wajah yang disiapkan sebelum merias klien. (Foto: sudutnalar.com/Desta Hikmah Setyani)
Aktivitas merias klien umum dilakukan di luar jadwal akademik, khususnya untuk keperluan acara wisuda melalui layanan home service maupun sesi pemotretan di studio foto. Agar tidak berbenturan dengan jadwal perkuliahan, sesi merias sering kali dilakukan sejak dini hari.
“Biasanya mulai dandan itu sekitar jam 02.00 pagi sampai jam 06.00 pagi, jadi gak kesulitan mengatur waktu kuliah. Cuma waktu tidurnya aja yang berkurang sedikit,” ujar Anggun.
Proses merias orang lain memberikan tantangan tersendiri dibandingkan merias wajah sendiri, mulai dari menghadapi kondisi kulit klien yang sulit diaplikasikan alas bedak (foundation) hingga momen unik terkait bentuk wajah. Salah satu pengalaman berkesan terjadi saat ia harus membentuk ulang alis klien yang tidak utuh.
“Pernah ada klien yang dimana alisnya sudah dicukur habis. Momennya jadi menantang sekaligus lucu karena harus membentuk bentuk alis kanan dan kiri agar tetap simetris,” tambah mahasiswi yang sudah menyukai dunia makeup sejak kelas 5 SD tersebut.
Di tengah kesibukan kuliah, kegiatan merias wajah orang lain menjadi sarana yang efektif untuk menyegarkan pikiran. Bagi Anggun, merias bukan sekadar hobi, melainkan bentuk rekreasi di luar rutinitas kampus. Seluruh dokumentasi hasil riasan serta perjalanan hobinya rutin ia unggah melalui akun Instagram pribadi @eihands__
“Kegiatan ini benar-benar membantu untuk melepas penat. Saat lagi capek-capeknya sama tugas, merias buat aku sudah kayak healing dan rekreasi yang menyenangkan,” tuturnya.
Hobi merias klien di kalangan mahasiswi membuktikan bahwa kegemaran di bidang estetika dikemas menjadi kegiatan positif yang menyeimbangkan kehidupan akademik. Selain mengasah keterampilan teknis dan memperluas relasi, hobi tersebut memberikan pengalaman berharga serta kesan tersendiri selama masa perkuliahan.
Penulis: Desta Hikmah Setyani (J1D025099)
Editor : Gesit Adhe Priyana (J1D025115)
