Penulis : Zidan Diyaaul Haq
Editor : Aditya Khairi Fahriza
sudutnalar.com, 16 September 2026

BATURRADEN (SUDUT NALAR) – Pancuran Pitu di Baturraden, Banyumas, tidak hanya menjadi salah satu tujuan wisata, tetapi juga masih berkaitan dengan kepercayaan masyarakat mengenai khasiat air panas serta tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Di balik keindahan tebing belerang berwarna keemasan di lereng Gunung Slamet ini, tersimpan narasi budaya yang terus dihidupi masyarakat setempat, perpaduan antara kepercayaan akan khasiat penyembuhan dan penghormatan terhadap warisan leluhur.
Pancuran Pitu yang secara harfiah berarti tujuh pancuran bukan sekadar objek wisata alam biasa. Sebagian masyarakat percaya air panas di Pancuran Pitu memiliki khasiat untuk membantu mengatasi sejumlah keluhan, seperti penyakit kulit dan pegal linu.. Cerita tutur yang diwariskan secara turun-temurun menyebutkan bahwa setiap tingkatan pancuran memiliki makna spiritual dan energi penyembuhan tersendiri.

“Niatnya biasanya beda-beda. Ada yang sekadar wisata, tapi tak sedikit yang datang khusus berikhtiar memohon kesembuhan sambil berendam,” ujar Kardjito, warga Baturraden yang telah lama mengetahui sejarah Pancuran Pitu.
“Orang tua dulu selalu pesan, kalau ke sini niatnya harus bersih dan tetap menjaga sopan santun. Air ini berkah alam dari Gunung Slamet yang harus kita jaga bersama.”
Kepercayaan dan aturan tidak tertulis tersebut masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sekitar Pancuran Pitu. Pengunjung juga diingatkan untuk menjaga sopan santun dan kebersihan selama berada di kawasan tersebut. Berbagai aturan tak tertulis, seperti larangan bertindak tak sopan hingga menjaga kebersihan area air suci, terus dipatuhi demi menjaga keseimbangan alam. Nilai kearifan lokal ini mengajarkan bahwa pemanfaatan kekayaan alam harus berbanding lurus dengan rasa hormat terhadap lingkungan sekitar.
Di tengah arus modernisasi dan tingginya kunjungan wisatawan, keberadaan Pancuran Pitu membuktikan bahwa tradisi dan ilmu pengetahuan lokal sanggup berjalan beriringan. Fenomena kandungan belerang alami secara ilmiah memang terbukti menyehatkan, namun nilai spiritual dan penghormatan terhadap leluhur tetap menjadi jiwa yang menghidupkan pesona Baturraden hingga hari ini.
