Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Pancuran Pitu Baturraden, Tradisi dan Kepercayaan yang Tetap Hidup

Posted on September 16, 2026September 16, 2026 by Zidan Diyaaul Haq

Penulis : Zidan Diyaaul Haq
Editor : Aditya Khairi Fahriza

sudutnalar.com, 16 September 2026

Foto : Doc. banyumas.viva.co.id/Tiktok:bangopalll

BATURRADEN (SUDUT NALAR) – Pancuran Pitu di Baturraden, Banyumas, tidak hanya menjadi salah satu tujuan wisata, tetapi juga masih berkaitan dengan kepercayaan masyarakat mengenai khasiat air panas serta tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Di balik keindahan tebing belerang berwarna keemasan di lereng Gunung Slamet ini, tersimpan narasi budaya yang terus dihidupi masyarakat setempat, perpaduan antara kepercayaan akan khasiat penyembuhan dan penghormatan terhadap warisan leluhur.

Pancuran Pitu yang secara harfiah berarti tujuh pancuran bukan sekadar objek wisata alam biasa. Sebagian masyarakat percaya air panas di Pancuran Pitu memiliki khasiat untuk membantu mengatasi sejumlah keluhan, seperti penyakit kulit dan pegal linu.. Cerita tutur yang diwariskan secara turun-temurun menyebutkan bahwa setiap tingkatan pancuran memiliki makna spiritual dan energi penyembuhan tersendiri.

Foto: Doc. radarbanyumas.disway.id/Sofia Nur Wakhida

“Niatnya biasanya beda-beda. Ada yang sekadar wisata, tapi tak sedikit yang datang khusus berikhtiar memohon kesembuhan sambil berendam,” ujar Kardjito, warga Baturraden yang telah lama mengetahui sejarah Pancuran Pitu.

“Orang tua dulu selalu pesan, kalau ke sini niatnya harus bersih dan tetap menjaga sopan santun. Air ini berkah alam dari Gunung Slamet yang harus kita jaga bersama.”

Kepercayaan dan aturan tidak tertulis tersebut masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sekitar Pancuran Pitu. Pengunjung juga diingatkan untuk menjaga sopan santun dan kebersihan selama berada di kawasan tersebut. Berbagai aturan tak tertulis, seperti larangan bertindak tak sopan hingga menjaga kebersihan area air suci, terus dipatuhi demi menjaga keseimbangan alam. Nilai kearifan lokal ini mengajarkan bahwa pemanfaatan kekayaan alam harus berbanding lurus dengan rasa hormat terhadap lingkungan sekitar.

Di tengah arus modernisasi dan tingginya kunjungan wisatawan, keberadaan Pancuran Pitu membuktikan bahwa tradisi dan ilmu pengetahuan lokal sanggup berjalan beriringan. Fenomena kandungan belerang alami secara ilmiah memang terbukti menyehatkan, namun nilai spiritual dan penghormatan terhadap leluhur tetap menjadi jiwa yang menghidupkan pesona Baturraden hingga hari ini.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme