Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Eksistensi Dialek Banyumasan di Tengah Generasi Muda Banyumas

Posted on September 16, 2026September 16, 2026 by Zidan Diyaaul Haq

Penulis Berita : Assifa Sahra Isna Niansyah
Editor Berita : Aniqotul Lutfiyah
11 September 2026, 19:40

Fauzan, mahasiswa asal Banyumas, saat berkumpul dan berkomunikasi menggunakan dialek Banyumasan bersama teman-temannya. (Foto: Dokumentasi)

PURWOKERTO — Dialek Banyumasan masih digunakan oleh generasi muda di Banyumas. Namun, penggunaannya mulai mengalami perubahan, terutama di lingkungan pendidikan dan pergaulan. Interaksi dengan anak muda dari berbagai daerah membuat bahasa Indonesia lebih sering digunakan sebagai bahasa komunikasi.

Salah seorang mahasiswa asal Banyumas, Nur Fauzan, mengatakan bahwa dirinya masih menggunakan dialek Banyumasan, terutama ketika berbicara dengan teman dari Banyumas Raya atau Barlingmascakeb. Dialek tersebut biasanya digunakan dalam situasi informal, seperti saat berada di kantin, setelah mengikuti kelas, atau ketika berpapasan dengan teman. “Terkadang dengan teman yang masih bisa menggunakan dialek Banyumasan, biasanya dengan teman-teman yang masih dari Banyumas Raya atau Barlingmascakeb,” ujarnya.

Namun, ketika berbicara dengan teman yang bukan berasal dari Banyumas, Fauzan memilih menggunakan bahasa Indonesia.  Menurutnya, pilihan tersebut dilakukan karena ia merasa tidak nyaman apabila lawan bicara tidak memahami dialek Banyumasan.

“Beralih menggunakan bahasa Indonesia, terkadang enggak enak dengan lawan bicara yang tidak paham dengan dialek Banyumasan, karena beberapa orang bilang dialek Banyumasan cukup susah dipahami mereka,” ungkapnya. 

Kondisi serupa juga terlihat di lingkungan sekolah. Sri Galuh, guru Bahasa Jawa di SMA Negeri 1 Baturraden, mengatakan bahwa siswa masih memahami dan menggunakan kosakata dialek Banyumasan dengan baik. Namun, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, penggunaan bahasa Indonesia di kalangan siswa kini semakin meningkat.

Sri Galuh, guru Bahasa Jawa SMA Negeri 1 Baturraden, saat mengajar di dalam kelas. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Menurut Sri Galuh, salah satu penyebab berkurangnya penggunaan dialek Banyumasan adalah anggapan bahwa dialek tersebut terkesan “desa” atau “kuno”. Selain itu, ketertarikan terhadap budaya luar dan perkembangan internet turut memengaruhi penggunaan bahasa daerah di kalangan siswa. Meski demikian, sekolah memiliki peran penting dalam menjaga keberadaan dialek Banyumasan melalui pembelajaran Bahasa Jawa. Siswa dapat menggunakan dialek tersebut dalam penyampaian materi dan pengerjaan tugas. Pembiasaan “satu hari satu bahasa ibu” juga dapat menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan penggunaannya.

Bagi Sri Galuh, dialek Banyumasan masih relevan bagi generasi muda karena merupakan bagian dari budaya yang perlu dilestarikan.

“Untuk nguri-uri budaya (melestarikan budaya), jangan sampai hilang atau diklaim oleh negara lain,” ujarnya.

Dialek Banyumasan masih menjadi bagian dari kehidupan generasi muda di Banyumas. Meskipun penggunaannya menyesuaikan lingkungan dan lawan bicara, penggunaan dialek tersebut penting untuk menjaga identitas budaya masyarakat Banyumas.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme