Sudutnalar.com, 14 September 2026

Naykilla (Foto: instagram.com/naykillaaa)
BANYUMAS, Sudut Nalar. Tren musik dan gaya hidup di tanah air terus mengalami perubahan yang dinamis. Belakangan ini, sebuah fenomena budaya pop baru mulai menarik perhatian generasi muda Indonesia melalui munculnya subkultur Hip-Hop Dangdut atau Hipdut yang berkembang festival musik hingga media sosial. Tidak hanya menghadirkan perpaduan ritme musik yang energetik, tren ini turut memengaruhi gaya busana dan kecantikan yang mulai diikuti oleh anak muda. Di tengah arus tren ini, musikus muda Naykilla menjadi salah satu figur yang turut mendapat perhatian. Penampilannya yang berhasil mengawinkan estetika streetwear modern dengan sentuhan lokal khas dangdut menjadikan dirinya ikon gaya baru. Publik tidak hanya menikmati karya musiknya, tetapi juga menjadikan eksekusi busana serta riasan khas Naykilla sebagai panduan bergaya sehari-hari.
Hipdut merupakan subgenre yang memadukan ketukan cepat dan teknik vokal atau flow khas hip-hop dengan cengkok serta ritme kendang dangdut yang dinamis. Kombinasi ini menghasilkan warna musik yang tidak hanya relevan di telinga pendengar Gen Z dan Milenial, tetapi juga sesuai untuk menghidupkan suasana panggung pertunjukan. Eksistensi Hipdut membuktikan bahwa batasan antar-genre musik di Indonesia semakin terbuka. Jika dahulu dangdut kerap diasosiasikan secara stereotipikal dengan segmen penonton tertentu, kini Hipdut berhasil membawa musik semakin dikenal di berbagai kalangan. Musik ini diterima sebagai salah satu bentuk ekspresi budaya di kalangan anak muda. Popularitas genre ini meningkat seiring dengan viralnya klip penampilan panggung di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram. Ritme yang tangkas membuat koreografi dan gaya busana para pengusungnya kemudian turut menjadi tren di kalangan masyarakat.
Salah satu daya tarik dari fenomena ini terlihat dari gaya busana yang ditunjukkan oleh Naykilla. Gaya busana yang dibawakan Naykilla memadukan berbagai gaya dengan unsur busana panggung modern. Naykilla kerap memadukan kaos bergambar berpotongan longgar atau jaket bomber dengan celana kargo berpotongan lebar untuk memberikan kesan santai sekaligus tegas di atas panggung. Penggunaan warna kontras seperti perpaduan hijau neon, biru elektrik, dan sentuhan merah mencolok menjadi ciri khas utama penampilannya yang mencerminkan semangat musik Hipdut yang meriah. Penampilannya juga dilengkapi dengan penggunaan kacamata hitam berdesain futuristik, kalung rantai tebal, serta topi bucket yang menciptakan citra tajam yang sangat diminati Gen Z. Dalam beberapa kesempatan, Naykilla dengan cerdas memadukan aksen kain Nusantara atau corak lokal yang diolah kembali menjadi busana kasual modern untuk memperkuat identitas budaya di balik musiknya.

Tren Makeup Naykilla (Foto: Popmama.com)
Selain busana, riasan wajah Naykilla turut memicu tren tersendiri di kalangan pecinta kecantikan. Riasan yang digunakannya memadukan kebutuhan penampilan panggung dan gaya sehari-hari. Ciri khas riasan mata Naykilla ditandai dengan garis mata yang tegas dan pola grafis abstrak yang memberi karakter kuat pada area mata tanpa terlihat berlebihan. Mengingat performa panggung Hipdut membutuhkan banyak gerak, riasan dasar yang digunakan cenderung tahan lama dengan tampilan akhir yang halus. Untuk menyeimbangkan riasan mata yang mencolok, Naykilla menggunakan teknik perataan warna bibir bertingkat dengan paduan warna netral dan kilap transparan, atau memilih warna merah menyala untuk memberikan kesan dramatis.
Popularitas Hipdut dan penampilan Naykilla turut menarik perhatian industri kreatif. Fenomena ini memicu lahirnya kolaborasi antara musikus dengan merek busana dan produk kecantikan lokal. Banyak merek lokal yang mulai melirik estetika Hipdut sebagai konsep kampanye pemasaran mereka. Hal ini memperkuat keterkaitan antara industri musik, busana, dan kecantikan di Indonesia. Melalui dominasi tren Hipdut dan keberanian berekspresi seperti yang ditunjukkan oleh Naykilla, generasi muda Indonesia membuktikan bahwa seni lokal dapat berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan daya pikat utamanya. Hipdut tidak hanya berkembang sebagai subgenre musik semata, melainkan manifestasi gaya hidup modern anak muda yang percaya diri, kreatif, dan bangga akan identitas budayanya.
Penulis : Kirania Eka Putri
Editor : Nabila Kamilia Putri
