Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

SOLVIA: Mesin Pengayak Gula Kelapa Otomatis Terintegrasi Panel Surya dan IoT Hadir Bantu Petani di Banyumas

Posted on September 29, 2026 by Ardita Nadine

Desain 3D mesin pengayak gula kelapa otomatis SOLVIA yang terintegrasi panel surya dan sistem IoT.

Sumber foto: Farhat Huda

BANYUMAS, SUDUTNALAR – Modernisasi teknologi pascapanen produk gula kelapa di Kabupaten Banyumas kini memasuki babak baru berkat hadirnya mesin pengayak otomatis berbasis energi terbarukan dan Internet of Things (IoT) bernama SOLVIA. Teknologi tepat guna ini hadir sebagai solusi atas persoalan klasik proses pascapanen tradisional di Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, salah satu kawasan sentra produksi gula kelapa nasional. Dikembangkan sejak tahun 2024 dan disempurnakan pada periode Agustus hingga Desember 2026, SOLVIA kini telah dioperasikan secara penuh untuk mendampingi 57 perajin gula kelapa aktif di Kelompok Tani Gendis Asri.

Keunggulan utama mesin SOLVIA ada pada kemandirian energinya dan sistem pencatatan otomatis. Mesin ini tidak menyedot listrik rumah warga karena sepenuhnya digerakkan oleh tenaga matahari menggunakan panel surya berkapasitas 585 Wp. Daya dari matahari ini dipakai untuk memutar mesin penggerak berdaya 300 Watt. Inovasi ini sangat membantu karena sebagian besar rumah produksi warga desa memiliki keterbatasan daya listrik yaitu 900 Watt, sehingga mesin tetap dapat beroperasi penuh tanpa membebani tagihan listrik warga.

Selain hemat listrik, mesin ini juga dilengkapi sistem pencatatan digital otomatis bernama CocoBase. Di dalam mesin dipasang sensor penimbang load cell dan chip pengolah data ESP32. Saat gula hasil ayakan keluar, beratnya langsung terhitung dan datanya otomatis terkirim ke sistem komputer secara real-time. Hasil produksi pun tercatat rapi tanpa perlu ditulis manual di buku.

“Kunci utamanya adalah menyelesaikan masalah dari awal sampai akhir. Kami menjawab lambatnya produksi dengan mesin, mengatasi masalah biaya listrik dengan panel surya, dan membereskan pencatatan manual dengan sensor IoT yang datanya langsung masuk ke sistem CocoBase,” ujar tim pengembang SOLVIA.

Tim pengembang SOLVIA bersama para petani saat melakukan pengujian langsung mesin pengayak gula kelapa otomatis di lapangan.

Sumber foto: Farhat Huda

Saat diuji di lapangan, mesin SOLVIA terbukti bekerja sangat cepat dan rapi. Biasanya, untuk menyaring 10 kilogram gula kelapa secara manual butuh waktu 1 sampai 2 jam. Dengan mesin ini, prosesnya selesai hanya dalam waktu 7 sampai 10 menit saja. Hasil butiran gulanya pun sangat seragam hingga 90 persen. Agar mesin tidak mudah macet atau tersumbat saat gula dimasukkan, tim juga memasang alat pengatur kecepatan variable speed controller agar putaran mesin selalu stabil.

Dari segi bahan, mesin ini dibuat sangat aman untuk bahan makanan. Bagian saringan dan wadah penampung gulanya memakai bahan stainless steel standar olahan pangan food grade yang anti karat dan higienis. Sedangkan bagian kerangkanya menggunakan baja galvanis yang kuat. Agar mesin tidak bergetar terlalu kencang saat menyaring gula, tim menambahkan pegas peredam di titik tumpu utama. Hasilnya, mesin bekerja sangat stabil, tahan lama, dan belum pernah mengalami kerusakan downtime 0% selama digunakan.

Mesin ini juga dirancang sangat ramah bagi pekerja perempuan. Tinggi mesin dibuat pas 110 cm agar ibu-ibu bisa bekerja sambil berdiri nyaman, tidak perlu lagi berjongkok berjam-jam yang sering menyebabkan sakit punggung. Saat mengoperasikan mesin, para pekerja juga dibekali perlengkapan keselamatan kerja dan Alat Pelindung Diri.

“SOLVIA dirancang agar dapat dioperasikan dan dirawat secara mandiri oleh masyarakat. Harapannya, inovasi ini tidak berhenti sebagai proyek, tetapi bisa terus berkembang dan direplikasi,” ujar tim pengembang SOLVIA.

Melalui integrasi antara teknologi mekanisasi, energi terbarukan, dan sistem digital, SOLVIA diharapkan menjadi langkah nyata menuju desa mandiri energi dan ekonomi berbasis potensi lokal.

Penulis: Ardita Nadine Aulya

Editor: Indra Syahdan Ngatik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme