
Sumber: Satujuang.com
BENGKULU, SUDUTNALAR – Polda Bengkulu memberikan tindakan disiplin kepada personel polisi yang melakukan gestur tidak pantas saat pengamanan aksi peringatan Hari Tani Nasional di depan Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis (24/9/2026). Tindakan tersebut dilakukan setelah video yang memperlihatkan personel melakukan gestur meledek ke arah massa beredar di masyarakat.
“Saat ini salah satu personel Polda Bengkulu telah diamankan dan dilakukan tindakan disiplin untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Imam dikutip dari Bengkuluekspress.
Imam mengatakan personel yang bersangkutan telah diamankan dan diberikan tindakan disiplin sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatannya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pemberitaan Bengkuluekspress, Selasa (29/9/2026).
Polda Bengkulu juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas tindakan personel tersebut. Kepolisian menyatakan sikap tersebut tidak mencerminkan pelaksanaan tugas dalam mengamankan penyampaian aspirasi masyarakat.
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol. Imam Wijayanto mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap kejadian tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi Polda Bengkulu.
“Polda Bengkulu telah melakukan evaluasi dan pemeriksaan terkait peristiwa yang terjadi pada saat aksi unjuk rasa di Pemprov Bengkulu pada 24 September 2026,” ujar Imam dalam pemberitaan ANTARA, Selasa (29/9/2026).
Sebelumnya, video yang beredar memperlihatkan seorang pria berpakaian hitam berada di antara barisan personel kepolisian dan melakukan gestur mengejek ke arah massa. Polda Bengkulu kemudian melakukan pendalaman guna memastikan rangkaian kejadian dalam aksi tersebut.
“Kami menyayangkan adanya kericuhan saat pengamanan unjuk rasa. Pada awalnya kegiatan berlangsung aman dan damai. Sehubungan dengan peristiwa yang kemudian terjadi, kami akan mengevaluasi dan melakukan pendalaman secara utuh,” ujar Imam, dikutip dari pemberitaan Polresta Bengkulu, Jumat (25/9/2026).
Aksi Hari Tani Nasional tersebut diikuti sekitar 325 orang yang terdiri atas petani, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat. Massa menyampaikan aspirasi terkait persoalan agraria dan pertanahan di Bengkulu.
Polda Bengkulu mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Kepolisian juga meminta seluruh pihak menjaga penyampaian pendapat agar berlangsung aman, tertib, dan damai.
Penulis: Inas Hanin Bachrullah
Editor: Gendis Kumalasari
