sudutnalar.com, 22 September 2026

Buky Wahyu Pratama (Sumber: Titis Dwi Pamilih)
PURBALINGGA, SUDUTNALAR – Memiliki komitmen tinggi terhadap dunia pendidikan dan riset menjadi kunci utama keberhasilan Buky Wahyu Pratama, seorang dosen Teknik Geologi di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED). Perjalanan akademiknya menjadi bukti nyata bagaimana ketekunan dan strategi yang matang mampu membawanya meraih pendidikan setinggi-tingginya melalui jalur beasiswa.
Rekam jejak pendidikan Buky terbilang sangat mengagumkan. Beliau menuntaskan studi S1 Fisika di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 2017 berkat dukungan Beasiswa Bidikmisi. Memiliki ambisi besar untuk terus berkembang, beliau langsung melanjutkan pendidikan S2 Fisika di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan lulus pada 2021, hingga akhirnya berhasil menyelesaikan sidang akhir jenjang S3 (Doktor) Fisika di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2026. Seluruh jenjang pascasarjana tersebut berhasil beliau raih melalui Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Selama menempuh pendidikan tingginya, Buky berhasil meraih prestasi dengan predikat lulusan cum laude. Di samping pencapaian akademiknya yang cemerlang, beliau aktif melahirkan inovasi riset yang berfokus pada pemanfaatan bahan alam untuk menjawab berbagai tantangan masa depan. Penelitiannya mencakup pengembangan material untuk penyimpanan energi berkelanjutan, seperti baterai dan superkapasitor, serta pengembangan bahan alam sebagai material fungsional berbasis Carbon Dots untuk aplikasi deteksi senyawa organik. Berbagai penelitian tersebut mengedepankan pemanfaatan sumber daya alam di lingkungan sekitar melalui pendekatan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Bagi Buky, mengejar prestasi dan aktif berorganisasi adalah dua hal yang harus berjalan seimbang demi membangun portofolio diri yang kuat, sekaligus menjadi bekal untuk menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam sesi wawancara, beliau membagikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga motivasi dan konsistensi selama menuntut ilmu. Beliau menegaskan:
“Kembali lagi pada diri sendiri, kenapa sih kita mau kuliah? Kita harus punya tujuan yang jelas untuk meraih cita-cita. Kalau memang mau, pasti apapun prosesnya akan dilakukan, seperti belajar, mencari informasi beasiswa, dan menambah pengalaman melalui kegiatan di kampus atau luar kampus,” tegas Buky memberi semangat.
Melalui dedikasi mengajar dan meneliti, Buky berharap kisah perjalanannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tidak ragu mengejar pendidikan setinggi mungkin dan berani memperjuangkan mimpi.
Penulis:Titis Dwi Pamilih
Editor:Ratu Gustav Verlian
