
Banyumas – Proyek perbaikan dan stabilisasi tebing sungai dilakukan di Desa Ledug Kecamatan Kembaran untuk mengatasi kerusakan akibat erosi dan abrasi. Perbaikan dilakukan dengan menata kembali kontur tebing serta memasang struktur penahan tanah untuk mencegah longsor yang dapat membahayakan permukiman warga.
Tebing yang diperbaiki merupakan titik kritis erosi di bawah kawasan permukiman dan vegetasi bambu. Pengikisan arus air terus-menerus menyebabkan bagian kaki tebing terkikis dan berpotensi mengganggu kestabilan fondasi rumah warga.
Kerusakan dan longsor terjadi pada Desember 2025 hingga awal Februari 2026 akibat curah hujan tinggi. Kondisi tersebut memperbesar aliran sungai dan mempercepat pengikisan tebing.
Penanganan dilakukan menggunakan ekskavator untuk mengeruk dan meratakan tanah, kemudian dilanjutkan pemasangan tiang pancang atau struktur penahan di sepanjang alur sungai. Langkah ini bertujuan menahan pergeseran tanah dan memperkuat tebing.
Pengerjaan melibatkan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) dan Dinas PUPR(Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) bersama kontraktor, tim teknis, operator alat berat, dan pekerja konstruksi. Proyek ini diusung Kepala Desa Ledug sebagai respons terhadap keresahan warga dan pengguna jalan yang terdampak.
Pengerjaan dilakukan ketika debit air sungai dalam kondisi terkendali. Kondisi ini dipilih agar proses perbaikan dapat berlangsung secara aman dan optimal.
