Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Menjaga Kelestarian Seni Banyumas dan Perjalanan Berdirinya Sanggar Panginyongan

Posted on September 23, 2026September 23, 2026 by Erdi Aqil Fauzan

Penulis: Aurelia Dwi Salsabila | Narasumber: Randhi Hariyaningtyastomo | Keterangan: Profil | Minggu, 21 September 2026 | 20.05 WIB

Randhi bersama para penari dalam kegiatan Honda Dream Cup 2026. (Foto: Dok. Pribadi Randhi)

Purwokerto – sudutnalar.com, Randhi Hariyaningtyastomo, merupakan seniman dan pelatih tari asal Grendeng, Purwokerto. Ia mengenal seni sejak kecil dan terus menekuninya hingga menjadi pelatih tari di berbagai jenjang pendidikan. 

Meskipun pendidikan formalnya tidak secara khusus berkaitan dengan seni, Randhi pernah mengikuti program pemerintah hingga menjadi praktisi dan dosen di ISI Yogyakarta. Pengalaman tersebut semakin memperkuat perjalanan dalam mengembangkan kesenian.

Perjalanan Randhi mengelola sanggar berawal dari Sanggar Sekar Budaya yang didirikan orang tuanya. Saat tanggung jawab pengelolaan beralih kepadanya, nama sanggar diubah menjadi Satria Budaya, sebelum akhirnya pada 2020 disahkan secara hukum.

Nama Sanggar Panginyongan kemudian dipilih karena dua nama sebelumnya telah digunakan sanggar lain. Nama tersebut menjadi bentuk penegasan terhadap identitas budaya Banyumas dan wilayah sekitarnya.

Dalam melatih tari, Randhi menghadapi murid dengan karakter dan kemampuan yang berbeda. Ia juga terus menciptakan karya tari untuk berbagai jenjang pendidikan dengan mengambil inspirasi dari lingkungan, kehidupan, sejarah, dan pengalaman pribadi.

Setiap karya yang dibuatnya dikembangkan melalui proses riset agar gagasan yang disampaikan memiliki dasar yang jelas. Bagi Randhi, proses berkarya tidak hanya tentang menghasilkan pertunjukan, tetapi juga menyampaikan nilai dan cerita melalui seni.

Perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Randhi pernah mengalami kegagalan dalam perlombaan hingga sempat ingin berhenti. Namun, tanggung jawab terhadap peserta didik dan keinginannya untuk terus menjaga kesenian membuatnya kembali berkarya.

Melalui Sanggar Panginyongan, Randhi tidak hanya mengembangkan tari, tetapi juga membuka ruang bagi kesenian lain seperti macapat, teater, dan karawitan. Ia juga mendorong generasi muda memanfaatkan media sosial dan teknologi untuk memperkenalkan budaya lokal.

Bagi Randhi, keberlangsungan seni bergantung pada generasi yang meneruskannya. Ia berharap seni dan budaya Banyumas tetap dikenal, dipelajari, dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Penulis : Aurelia Dwi Salsabila

Editor   : Mishyagin Romadon

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme