Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Mengakarkan Seni Tradisi dari Nol: Kisah Bambang Listiono dan Padepokannya di Cilacap

Posted on September 23, 2026 by Erdi Aqil Fauzan

Penulis: Levina Naurah Syifa | Narasumber: Bambang Listiono | Keterangan: Profil | Sabtu, 19 September 2026 | 16.00 – 17.00 WIB

Bambang Listiono Pemilik Padepokan Klapa Pitu. (Dok. Koleksi Pribadi Bambang Listiono)

Cilacap – Sudutnalar.com, Anak petani ladang asal Bandungan, Semarang, mendirikan padepokan seni di Desa Lengkong, Kelurahan Mertasinga, Cilacap. Bambang Listiono mulai membangun padepokannya pada 2017 dan resmi menempatinya sejak 2018. Langkah ini ia tempuh demi menjaga agar kesenian tradisional tetap dikenal anak muda. Caranya dengan menggelar pentas seni secara rutin, karena menurutnya anak muda bukan tidak menyukai seni tradisi, melainkan belum mendapatkan kesempatan untuk mengenalnya.

Lahir pada 13 Februari 1980 di lereng gunung, Bambang tumbuh di lingkungan masyarakat yang lekat dengan beragam hiburan rakyat. Kesenian seperti ketoprak, karawitan, selowatan Jawa, hingga sandur telah menjadi bagian dari kehidup sehari-hari.

Kecintaannya pada seni makin menguat saat SMP. Ketertarikan tersebut lahir berkat dua gurunya, yaitu guru seni rupa dan musik yang cara mengajarnya bagus. Saat masuk SMA, Bambang sebenarnya ingin mengambil Seni Rupa. Tapi, ia justru masuk ke jurusan Karawitan. Di jurusan tersebut, ia harus mulai dari nol. Sedangkan teman-temannya sudah terbiasa dengan seni sejak kecil. Ia tidak menyerah dan terus berproses .

Kini, Padepokan Klapa Pitu menyelenggarakan berbagai kegiatan kesenian. Di antaranya Latihan karawitan gaya Surakarta dengan gamelan, karawitan gaya Banyumasan dengan calung, latihan tari, bengkel pembuatan keris (tosan aji), hingga kelas membatik.

Menurut Bambang, anak muda tidak mempunyai gambaran seperti apa serunya kesenian tradisi. Jadi, rasa suka terhadap seni belum sempat tumbuh. Maka dari itu, ia rajin mengadakan pentas seni. Warga dan anak muda datang menonton, hingga akhirnya tertarik untuk bergabung.

Dalam mengelola padepokannya, Bambang memiliki prinsip hidup yang sederhananya. Ia menjalani segala sesuatu tanpa beban berlebih dan yakin bahwa sesuatu yang dibangun secara perlahan tapi konsisten akan lebih awet.

Untuk seniman muda, Bambang berpesan agar mereka bersungguh-sungguh. Sebab, kesungguhan tersebut akan membawa hasil untuk diri sendiri, lingkungan, dan penghasilan.

Dari ladang di lereng gunung, Bambang membuktikan bahwa siapa pun boleh mulai dari nol, asal mau belajar, sabar, dan konsisten.

Penulis – Levina Naurah Syifa

Editor – Nisa Nigella Sativa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme