Sudutnalar.com, 14 September 2026

Para penampil dalam pertunjukan “Tubuh Golek” di Gedung Rakyat Slawi (Foto: Dok. Revaliana Arianti)
SLAWI, sudutnalar.com — Rumah Seni Tegal kembali menghidupkan panggung hiburan melalui pertunjukan “Tubuh Golek” di Gedung Rakyat Slawi, Kabupaten Tegal, Kamis (10/9/2026). Pertunjukan tersebut menghadirkan sejumlah seniman, yakni Cahwati, Garin Nugroho, Sri Waluyo, dan Rianto, seniman tari asal Banyumas sekaligus partner Cahwati dalam pertunjukan.
Antusiasme penonton sudah terlihat sebelum pertunjukan dimulai. Pertunjukan dapat disaksikan secara gratis. Penonton dapat mengisi tautan pendaftaran yang disediakan panitia terlebih dahulu sebagai syarat memasuki gedung. Setibanya di lokasi, penonton melakukan tanda tangan untuk memverifikasi data sebelum memasuki area pertunjukan.
“Pertunjukan itu sangat luar biasa. Sebagai seorang penikmat seni, menurut saya, penampilan tersebut sangat indah dan sayang untuk dilewatkan,” tutur Zaifa Aenun Nisa, salah satu penonton sekaligus penggemar seni, seusai menyaksikan pertunjukan, Kamis (10/9/2026).
Kesan tersebut muncul setelah penonton mengikuti rangkaian pertunjukan sejak awal. Sebelum pertunjukan utama dimulai, penonton disuguhkan dengan penampilan tari oleh anak-anak komunitas Rumah Seni Tegal dengan beberapa tarian yang dibawakan, di antaranya Tari Topeng Endel dan Tari Topeng Cepak. Penampilan tersebut menjadi pembuka sebelum rangkaian pertunjukan dilanjutkan oleh para seniman.
Memasuki pertunjukan utama, Cahwati dan Rianto tampil memukau melalui eksplorasi gerak tubuh dan penggunaan properti. Cahwati berinteraksi dengan golek-golek sebagai bagian dari penampilannya, sedangkan Rianto menggunakan kain merah putih yang bergerak mengikuti tubuhnya. Perpaduan gerak dan properti yang sempurna membuat suasana panggung semakin dinamis.
Salah satu bagian yang paling mencuri perhatian hadir menjelang pertunjukan selesai. Cahwati berteriak sembari menggendong golek-golek, disusul Rianto tampil dengan kain merah putih yang dikibaskan, kemudian bergerak dan berlari di atas panggung. Bagi Zaifa, kedua adegan tersebut menjadi momen yang paling menarik selama pertunjukan.
“Momen yang paling saya suka adalah saat Cahwati berteriak dan menggendong semua golek-golek di bagian akhir. Selain itu, adegan pada saat Bapak Rianto menari menggunakan kain merah putih lalu mengibaskannya dan berlari-larian dengan gerakan indah,” ujar Zaifa.
Rangkaian pertunjukan kemudian berakhir dengan tepuk tangan penonton. Dari penampilan anak-anak komunitas hingga aksi para seniman, “Tubuh Golek” sukses memberikan pengalaman hiburan yang berkesan bagi penonton yang hadir di Gedung Rakyat Slawi malam itu.
Penulis – Revaliana Arianti
Editor – Zalfa Nur Afiifah
