Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Pulang

Posted on Oktober 8, 2026 by Erdi Aqil Fauzan

Oleh Elisyia Putri Himawan

Sudutnalar.com, Rabu, 7 Oktober 2026, 12.40 WIB

Rumah Warga di Kecamatan Kesugihan (Foto: Dok. Elisyia Putri Himawan)

CILACAP, SUDUTNALAR – Di balik dinding rumah yang tampak sederhana bagi orang melintas di Kecamatan Kesugihan, tersimpan cerita tentang keluarga yang bertahan dengan penghasilan tidak menentu. Tentang seorang anak yang harus meninggalkan sekolah ketika baru duduk di kelas dua sekolah dasar dan seorang ibu, R, yang memilih menyimpan luka rumah tangganya sendiri.

Kehidupan keluarga tersebut jauh dari kata berkecukupan. Penghasilan suami yang tidak stabil membuat kebutuhan sehari-hari sering kali tidak terpenuhi. Dalam keadaan ekonomi yang serba terbatas, pendidikan anak pun akhirnya menjadi salah satu yang dikorbankan.

Anak R berhenti sekolah ketika masih duduk di kelas dua SD. Seragam yang dahulu dikenakan untuk pergi belajar tidak lagi menjadi bagian dari kesehariannya. Bangku sekolah yang seharusnya masih ditempati harus ditinggalkan di tengah keterbatasan keluarga.

Namun, ada luka lain yang tidak terlihat dari luar. R diketahui beberapa kali mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Seorang perempuan lanjut usia yang tinggal di sekitar rumahnya mencoba menanyakan keadaan R terkait perlakuan suaminya. Namun, R justru melindungi suaminya. 

“Enggak, suamiku nggak pernah mukulin aku,” jawab R.

Padahal, tubuh R saat itu dipenuhi luka dan lebam. Luka-luka itu terlihat, tetapi ia memilih menutupinya dengan jawaban singkat bahwa tidak pernah terjadi apa-apa. Di tengah keadaan tersebut, keluarga dan warga sekitar sebenarnya tidak tinggal diam. Mereka telah beberapa kali menegur suaminya dan mengingatkan agar ia tidak melakukan kekerasan terhadap istrinya serta lebih bertanggung jawab terhadap keluarganya.

Namun, teguran tersebut tidak serta-merta mengubah keadaan. Bahkan, kartu bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang seharusnya digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga justru dibakar olehnya. Hal itu terungkap ketika tetangga menanyakan kartu bantuan. Jawaban R justru membuat prihatin.

“Kartunya udah dibakar sama suamiku,” jawab R.

Peristiwa itu membuat warga semakin prihatin. Mereka tidak hanya mengetahui keadaan R, tetapi juga melihat bahwa persoalan yang dihadapi keluarganya membuat mereka semakin sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, warga berusaha membantu sesuai kemampuan mereka. 

Tidak ada kemewahan, bantuan diberikan dalam bentuk makanan dan pakaian. Makanan untuk mengisi perut dan pakaian untuk dikenakan. Namun, bagi keluarga yang hidup dalam keterbatasan, perhatian kecil itu menjadi bentuk kepedulian yang berarti.

Persoalan ekonomi juga membawa dampak kesehatan dan keselamatan R. Ketika melahirkan anak keduanya, ia menjalani persalinan seorang diri tanpa bantuan bidan maupun dukun bayi. R hanya menghadapi persalinan dengan segala keterbatasan yang dimilikinya.

Hari demi hari tetap berjalan. Di tengah keadaan yang tidak mudah, R tetap menjalani kehidupan sehari-hari. Setiap pagi ia bangun, memasak, membereskan rumah, dan memikirkan makanan untuk hari berikutnya. Setelah semua pekerjaan rumah selesai, ia kembali menjalani aktivitas bersama keluarganya sambil memastikan anak-anaknya tetap mendapatkan apa yang mampu ia berikan.

Tidak banyak yang berubah dari rutinitasnya. R memilih untuk tetap menjalani kehidupannya tanpa banyak menceritakan luka yang pernah dialaminya. Baginya, hidup harus tetap berjalan, meskipun persoalan yang dihadapinya belum sepenuhnya selesai.

Kemiskinan dalam keluarga itu akhirnya tidak hanya berkaitan dengan penghasilan yang tidak menentu. Dampaknya terasa dalam pendidikan anak, akses terhadap layanan kesehatan, hingga kehidupan rumah tangga yang tidak sepenuhnya aman.

Penulis: Elisyia Putri Himawan

Editor: Ilma Lutfi Anasari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme