Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Kak Imung dan Perjalanannya dalam Dunia Mendongeng

Posted on September 23, 2026September 23, 2026 by Erdi Aqil Fauzan

Penulis: Feliska Lena Distiansyah  |  Narasumber: Mulyadi Yulianto  |  Keterangan: Profil  |

Kak Imung saat membawakan dongeng dalam sebuah kegiatan bersama anak-anak.

(Dok. Pribadi Kak Imung)

Purwokerto, Sudutnalar.com, Mulyadi Yulianto atau yang dikenal sebagai Kak Imung, pendongeng asal Purwokerto, telah menekuni dunia mendongeng selama bertahun-tahun. Aktivitasnya sebagai pendongeng membawanya mengisi berbagai kegiatan di sejumlah daerah di Indonesia.

Saat menjadi mahasiswa, Kak Imung aktif di Masjid Fatimatuzzahra Purwokerto dan TPA. Ia terinspirasi oleh teman-temannya yang kerap bercerita tentang kisah nabi dan sahabat. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk mulai belajar dan berlatih mendongeng.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan Kak Imung. Sambutan masyarakat dan antusiasme anak-anak di lokasi KKN membuat kepercayaan dirinya tumbuh. Hal tersebut mendorongnya untuk terus mengembangkan kemampuan mendongeng.

Kak Imung kemudian terlibat dalam berbagai kegiatan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku. Ia juga pernah mendongeng untuk komunitas Indonesia di Hong Kong. Saat ini, Kak Imung aktif di Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI) sebagai Dewan Pembina.

Kak Imung tidak selalu menuliskan cerita terlebih dahulu sebelum mendongeng. Untuk cerita fiksi, ia merangkai cerita dari gagasan yang dimilikinya dan mengembangkannya melalui improvisasi saat bercerita. Sementara itu, kisah nabi dan sahabat dipelajarinya dari berbagai literatur sebagai bahan dalam mendongeng.

Menurutnya, daya tarik sebuah dongeng tidak hanya ditentukan oleh jenis cerita, tetapi juga oleh cara mengemas dan menyampaikannya. Karena itu, cerita disesuaikan dengan tema dan audiens yang dituju. Hal tersebut membuat penyampaian cerita dapat disesuaikan dengan situasi dan karakter audiens.

Bagi Kak Imung, mendongeng bukan sekadar kegiatan, melainkan cara untuk menyampaikan pesan. Baginya, kebahagiaan hadir ketika ia dapat memberikan manfaat, terutama bagi anak-anak.

Dari pengalamannya, ia berpesan kepada anak muda untuk menekuni minat dan bakat yang dimiliki. Menurutnya, minat yang terus diasah dapat berkembang menjadi kemampuan yang bermanfaat.

β€œTekuni apa yang jadi minatnya. Setiap sudut aktivitas, setiap jenis kegiatan, itu pasti ada nilainya kalau kita tekuni,” tuturnya.

Penulis – Feliska Lena Distiansyah 

Editor – Nasywa Putri Cahyarani

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme