Sudutnalar.com, 22 September 2026

PURWOKERTO, SudutNalar — Bagi Parsinu, menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan cita-cita yang tumbuh sejak ia duduk di bangku SMP. Keinginannya menjadi guru berawal dari kekagumannya kepada seorang guru yang mampu menyampaikan pelajaran dengan cara sederhana dan mudah dipahami. Sosok tersebut juga mampu menghadirkan perhatian layaknya orang tua di dalam kelas, sehingga membuat Parsinu ingin memberikan hal serupa kepada murid-muridnya.
Selama menjalani profesinya, Parsinu menemukan berbagai pengalaman yang membekas. Salah satunya ketika ia mendampingi seorang murid dengan kondisi ekonomi keluarga yang kurang mendukung hingga hampir tidak mampu melanjutkan sekolah. Di tengah keterbatasan tersebut, sang murid justru memiliki kemampuan akademis yang baik, sopan kepada guru, serta aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Dengan pendampingan dan pembimbingan layaknya orang tua kepada anak, murid tersebut perlahan mampu memotivasi dirinya. Ia kemudian berkembang dalam bidang akademis, memiliki kemampuan memimpin teman-temannya, serta semakin baik dalam berorganisasi. Hingga akhirnya, murid tersebut mampu memperoleh nilai ujian nasional yang relatif tinggi, melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, dan kemudian bekerja sebagai abdi negara serta abdi masyarakat.
Selain menjadi guru, Parsinu juga menjalankan peran sebagai ketua RW 02 selama enam tahun. Baginya, salah satu pengalaman paling berkesan adalah ketika kehadirannya disambut dengan senyum ikhlas oleh warga. Ia memaknai hal tersebut sebagai tanda bahwa dirinya diterima bukan hanya sebagai ketua RW, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat. Ia pun berupaya menyatukan warga melalui berbagai kegiatan bersama, seperti RW 02 Award 2023 dan RW 02 CUP yang berlangsung pada 2023, 2024, dan 2025.
Menjalankan dua peran tersebut membuat Parsinu semakin memahami bahwa setiap individu memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Karena itu, ia selalu mengedepankan komunikasi dengan warga, khususnya para pengurus RT. Baginya, kejujuran dan keikhlasan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan, baik sebagai guru maupun sebagai tokoh masyarakat.
Jika suatu saat tidak lagi menjadi guru maupun ketua RW, Parsinu tidak berharap meninggalkan sesuatu yang bersifat materi. Ia justru ingin dikenang melalui nama baik yang telah dijaganya selama menjalankan kedua peran tersebut. Baginya, pengabdian bukan hanya tentang apa yang telah dilakukan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang tetap dipercaya dan dikenang dengan baik setelah tugasnya selesai.
Penulis : Prajnya Aulia Patria Legawa
Editor : Firliana Saraswati Prasetyoningrum
