Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Editor : Dava Hanif Ilyasa | Keterangan: Profil | Minggu 20 September 2026 | 12.34 WIB

(Foto : Doc./Erdi Aqil Fauzan)
PURWOKERTO – Sudutnalar.com, Kegagalan pertama tidak membuat Jasmini berhenti menjalankan usahanya. Pemilik Seblak Sulthane tersebut memilih mengevaluasi konsep usaha dan kembali mencoba setelah usaha pertamanya di Tambaksogra kurang mendapat respons dari masyarakat.
Seblak Sulthane mulai dirintis pada 2021 setelah pandemi COVID-19 dengan sistem seblak paketan. Karena antusiasme masyarakat di Tambaksogra kurang, Jasmini memutuskan tidak memperpanjang kontrak tempat usaha tersebut pada Agustus 2021. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 22 Desember, ia kembali membuka usaha di Grendeng dengan mengubah sistem penjualan dari paketan menjadi prasmanan.
Melalui sistem tersebut, pelanggan dapat memilih sendiri isian seblak sesuai keinginan. Perubahan konsep menjadi salah satu bentuk penyesuaian Jasmini dalam menghadapi tantangan usaha. Ia juga mengutamakan pelayanan dan kualitas bahan dalam menghadapi persaingan.

(Foto : Doc./Erdi Aqil Fauzan)
Dalam mengelola karyawan, Jasmini terlebih dahulu menempatkan mereka sebagai pramuniaga. Setelah melihat kemampuan masing-masing, karyawan yang memiliki potensi di bidang lain dapat diberikan pelatihan untuk menjadi juru masak atau kasir.
Pengalaman tersebut menjadi bekal Jasmini saat memberikan pesan kepada mahasiswa yang ingin memulai usaha. Menurutnya, mahasiswa perlu menguasai bidang yang diminati dan tidak mudah terpengaruh oleh perkataan yang menjatuhkan.
“Jangan terlalu memikirkan perkataan orang lain yang menjatuhkan. Kalau bidang tersebut sesuai dengan minat kalian, berkah akan menyertai kalian,” ujar Jasmini.
Meski demikian, ia mengingatkan mahasiswa untuk tetap menerima saran yang membangun. Menurutnya, pembelajaran tidak hanya berasal dari pengalaman pribadi, tetapi juga dari pengalaman orang lain yang telah lebih dahulu menjalani bidang tersebut.
“Utamakan usaha yang kalian senangi terlebih dahulu,” katanya.
Bagi Jasmini, perjalanan membangun usaha bukan hanya tentang mempertahankan bisnis, tetapi juga tentang berani mencoba, belajar dari pengalaman, dan tetap menjalani bidang yang disukai.
