Sudutnalar.com, 20 September 2026

Bambang Achdiat – Pemilik Lecopro Academy (Foto: sudutnalar.com/Adzra Rosalina)
Ciamis – Sudutnalar.com, Berawal dari cita-cita ingin mendirikan sekolah, tetapi terkendala biaya, Bambang Achdiat (37) memilih jalan berbeda: membangun program pendidikan terlebih dulu, dan menawarkannya ke sekolah-sekolah. Dari situlah lahir Lecopro Academy, lembaga bimbingan belajar yang berdiri pada tahun 2022, dan kini telah memiliki kantor resmi serta dua cabang di Kabupaten Ciamis.
Lecopro, singkatan dari Learning Ecosystem Program (program membangun ekosistem belajar) didirikan Bambang bersama rekannya. Lembaga ini memiliki tiga program utama yang menargetkan siswa, guru, dan orang tua sekaligus – sebuah pendekatan yang menurut Bambang esensial dimiliki sebuah sekolah. Jika program ini terbukti diterima baik oleh masyarakat maupun pemerintah, Bambang berharap suatu saat dapat menerapkannya langsung di sekolah miliknya sendiri yang direncanakan bernama Lecopro International Boarding School.
Perjalanan membangun Lecopro Academy tidak mudah. Di awal berdirinya, tanpa modal besar, Bambang meminta izin untuk membuka bimbel di sebuah masjid dekat SMAN 2 Ciamis, seminggu dua kali pada sore hari. Untuk menarik peminat, ia bahkan mengajak kedua putranya agar terlihat ramai. Setelah itu, ia menawarkan kepada temannya, dan datanglah murid baru. Dari situ, terjadi perputaran uang. Modal Rp500.000 yang ia dapat digunakan sebagai uang muka tempat.
Saat di masjid, tidak jarang jadwal mengajarnya bertepatan dengan jadwal pengajian warga. Alhasil, Bambang harus mengajar murid-muridnya di pinggir jalan – tepatnya di tangga menuju area makam.
“Waktu saya masih mengajar di masjid, tidak jarang jadwal mengajar saya bertepatan dengan jadwal pengajian warga. Akhirnya, saya mengajar di pinggir masjid, tepatnya di tangga menuju area makam. Jadi, saat orang tua mengantar anaknya belajar, mereka melihat saya mengajar anak-anaknya di pinggir jalan.” ucapnya.
Dalam mendirikan bimbel, ia mengatakan bahwa orang yang paling berpengaruh adalah gurunya. Gurunya berpesan bahwa mendirikan sebuah bimbel tidak harus dengan modal banyak, asalkan memiliki skill. “Tidak ada modal yang cukup untuk orang yang tidak melihat dirinya sebagai modal.” katanya, mengutip pesan gurunya.
Kini, dengan 7 pengajar yang mencakup guru baca-tulis-hitung (calistung), bahasa Inggris, dan matematika, Lecopro Academy telah merambah ke sejumlah sekolah di Bogor dan Jawa Tengah sebelum akhirnya memiliki kantor resmi di Ciamis pada tahun 2024, disusul dengan cabang di Cikoneng dan Panumbangan.

Kegiatan Pembelajaran di Luar Kelas Lecopro Academy Ciamis (Foto: sudutnalar.com/Bambang Achdiat)
Di balik pencapaian tersebut, Bambang mengaku bahwa pengorbanan terbesar bukan miliknya, melainkan milik istrinya. Selama beberapa tahun masa kuliah dan awal merintis usaha, ia hanya bisa pulang ke rumah satu hingga tiga hari dalam seminggu, bahkan pernah meninggalkan keluarga selama sebulan ke Makassar. “Kalau suatu saat nanti orang melihat ini adalah sebuah kesuksesan, maka yang harus menikmati kesuksesan itu adalah istri saya pribadi,” katanya.
Dalam menjalankan bisnis, Bambang berpegang pada prinsip bahwa urusan duniawi boleh rugi, tetapi urusan dunia akhirat tidak boleh – dengan menghindari transaksi riba dan kebohongan setiap menjalankan kegiatan usahanya.
Bambang juga menyoroti tantangan pendidikan generasi saat ini, yaitu kemudahan mengakses kesenangan instan melalui gawai. Menurutnya, kesenangan instan ini membuat anak-anak sulit terbiasa dengan proses yang panjang dan mudah berkata lelah. Ia juga berpendapat bahwa pendidikan tidak hanya soal nilai akademik karena dunia kerja swasta saat ini lebih menekankan skill dan relasi dibandingkan dengan ijazah semata.
Terakhir, Bambang berpesan kepada para orang tua dan pendidik agar tidak memaksakan anak serupa dengan diri mereka, melainkan membantu menemukan jalan dan keterampilan masing-masing anak – sekaligus terus belajar sepanjang hayat agar terus menginspirasi generasi selanjutnya.
Penulis – Adzra Rosalina
Editor – Caesaria Cahaya Rembulan
