Penulis: Gesit Adhe Priyana | Narasumber: Nur Mei Setianingsih, S.Pd. | Keterangan: Profil Tokoh | Senin, 21 September 2026 | 08.59 WIB

Nur Mei Setianingsih, S.Pd. saat mengajar dan mendampingi siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Senin (21/9/2026). (Foto: Gesit Adhe Priyana)
Banyumas – sudutnalar.com, Berawal dari penghasilan sekitar Rp240.000 saat pertama kali mengajar, Nur Mei Setianingsih, S.Pd., terus menekuni dunia pendidikan hingga mendirikan Bimbingan Belajar (Bimbel) Aphelion pada 2016. Kegiatan yang awalnya hanya berupa les privat untuk satu anak tetangga tersebut berkembang menjadi bimbingan belajar bagi para siswa sekaligus wadah pencarian penghasilan tambahan bagi guru.
Nur Mei merupakan lulusan Pendidikan Kimia Universitas Negeri Semarang. Setelah lulus, ia mengajar di sekolah swasta di Tambak dan memberikan les sebagai penghasilan tambahan. Jumlah siswa yang awalnya hanya satu orang kemudian bertambah hingga puluhan setelah hasil belajar mereka mengalami peningkatan.
“Waktu itu, saya pertama kali memang tidak memasang tarif. Ibaratnya, sebagai bentuk pengabdian saya kepada tetangga dan masyarakat sekitar,” ujar Nur Mei.
Menurutnya, Aphelion tidak hanya bertujuan membantu siswa meningkatkan prestasi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi guru untuk memperoleh penghasilan tambahan. Dalam menjalankan bimbel tersebut, ia berusaha menjaga kepercayaan siswa, orang tua, dan para tentor.

Siswa mengikuti kegiatan belajar di Bimbingan Belajar Aphelion. (Foto: Pribadi)
Nur Mei berprinsip bahwa setiap siswa memiliki kemampuan dan karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, ia tidak ingin memaksakan kehendak kepada siswa hanya berdasarkan nilai akademik semata.
“Saya selalu menghargai bahwa setiap anak itu memiliki kemampuan, karakteristik, kelebihan, dan memiliki ukuran masing-masing. Saya tidak ingin memaksakannya,” tuturnya.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika membantu seorang siswa yang hampir dikeluarkan dari sekolah. Setelah mendapatkan pendampingan, siswa tersebut akhirnya dapat menyelesaikan pendidikannya dan bekerja. Bagi Nur Mei, perubahan tersebut merupakan salah satu bentuk keberhasilan seorang pendidik.
“Ketika kita punya kekuatan dan kesempatan untuk membantu orang lain, ya mari kita lakukan,” katanya.
Bagi Nur Mei, dunia pendidikan tidak hanya menjadi tempat untuk mengejar nilai atau pencapaian akademik. Baginya, pendidikan juga menjadi ruang untuk memberikan kesempatan, menjaga kepercayaan, serta membantu siswa tumbuh sesuai dengan potensi yang mereka miliki.
Penulis : Gesit Adhe Priyana (J1D025115)
Editor : Desta Hikmah Setyani (J1D025099)
