sudutnalar.com, 8 Oktober 2026
Oleh : Avrigh Aprillia

(Dokumentasi: Syafa Fahma Indina)
CILACAP, SUDUTNALAR – Aroma dimsum yang hangat menjadi bagian dari perjalanan Syafa Fahma Indina dalam membangun usahanya. Di tengah harga kebutuhan yang terus berubah dan kondisi penjualan yang tidak selalu stabil, perempuan 25 tahun kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, itu tetap memilih bertahan. Bagi Syafa, setiap pesanan yang datang bukan sekadar angka penjualan, tetapi juga tanda bahwa usaha yang dirintisnya mulai dipercaya dan dikenal banyak orang.
Syafa kini menjalankan UMKM di bidang food and beverage (F&B) bernama Dimsum Naknan. Usaha tersebut menjadi salah satu langkahnya mewujudkan keinginan menjadi pengusaha yang sukses sekaligus membawa keberkahan.
Perjalanan membangun usaha tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada waktu pesanan datang silih berganti, tetapi ada juga waktu penjualan terasa sepi. Bagi Syafa, kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi sebagai seorang pelaku UMKM.
Ketidakpastian tersebut semakin terasa ketika kondisi ekonomi membuat berbagai harga kebutuhan meningkat. Syafa menyadari bahwa sebagai pelaku usaha, ia harus mampu beradaptasi dengan keadaan.
“Tantangan terbesar yang pernah saya hadapi disaat penjualan sedang naik turun dan tidak bisa ditebak. Kadang ramai tetapi ada kalanya penjualan sepi. Apalagi, ditengah ekonomi saat ini. Kondisi harga barang rata-rata naik,” ujar Syafa.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat Syafa berhenti. Ketika mengalami kegagalan atau menghadapi hasil usaha yang belum sesuai harapan, ia berusaha menerimanya dan melakukan evaluasi.
“Cara saya mengatasi kegagalan adalah menerimanya, serta introspeksi diri dan introspeksi usaha,” tuturnya.
Baginya, kegagalan bukan akhir dari perjalanan. Sebaliknya, dari kegagalan ia dapat melihat kembali apa yang perlu diperbaiki. Baik dari dirinya maupun dari usaha yang sedang dijalankan.
Di balik keberaniannya menjalankan bisnis, ada sosok yang selalu menjadi sumber inspirasi Syafa, yaitu kedua orang tuanya. Kehadiran mereka menjadi salah satu alasan yang mendorongnya untuk terus berusaha. Keinginan untuk menjadi pengusaha yang sukses dan barokah juga menjadi motivasi yang ia pegang sejak awal.
Perjalanan itu perlahan memberikan hasil. Salah satu pencapaian yang paling membanggakan bagi Syafa adalah ketika Dimsum Naknan mulai dikenal oleh banyak orang. Bukan hanya membeli sekali, sebagian pelanggan memilih untuk kembali dan bahkan mengenalkan usaha tersebut kepada orang lain.
“Pencapaian yang paling membanggakan bagi saya adalah ketika bisnis UMKM saya mulai dikenal banyak orang dan banyak orang yang kembali lagi bahkan memberitahu ke orang lain,” ungkapnya.
Bagi sebuah usaha, pelanggan yang kembali datang memiliki arti tersendiri. Ada kepercayaan yang tumbuh dari pengalaman sebelumnya. Dari sana, Syafa melihat bahwa kerja keras yang dilakukan sedikit demi sedikit mulai menemukan jalannya.
Namun, perjalanan sebagai pengusaha tidak berhenti ketika usaha mulai dikenal. Tantangan tetap datang silih berganti. Karena itu, Syafa memiliki cara sendiri untuk menjaga semangatnya ketika keadaan tidak mudah. Ia kembali mengingat alasan pertama ketika memulai usaha.
“Cara saya menjaga semangat saat menghadapi kesulitan yaitu mengingat kembali niat awal saya saat memulai usaha ini,” ujarnya.
Niat tersebut juga berkaitan dengan prinsip hidup yang ia pegang. Syafa berusaha menjalankan sesuatu dengan keikhlasan, kejujuran, dan kerendahan hati. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya tentang mendapatkan hasil, tetapi juga tentang bagaimana hasil tersebut diperoleh.
“Karena dari situlah kita tidak hanya mendapatkan hasilnya, tetapi juga mendapatkan keberkahannya,” katanya.
Pengalaman Syafa kemudian menjadi pesan bagi generasi muda yang ingin memulai langkah mereka sendiri. Ia berharap anak muda tidak terlalu takut terhadap kegagalan sebelum mencoba.
“Jangan takut untuk memulai, jangan pernah merasa kita tidak bisa. Selagi kita punya niat dan tekad insyaallah ada jalannya,” pesan Syafa.
Di tengah perjalanan Dimsum Naknan yang masih terus berkembang, Syafa tidak hanya berharap usahanya semakin dikenal. Ia juga menyimpan harapan yang lebih luas agar pemerintah semakin memperhatikan kesejahteraan masyarakat, kondisi ekonomi kembali pulih, dan semakin banyak orang yang menjunjung kejujuran.
Perjalanan Syafa menunjukkan bahwa membangun usaha bukan tentang seberapa cepat seseorang mencapai keberhasilan. Ada hari ketika penjualan ramai dan hari saat keadaan memaksa untuk kembali mengevaluasi langkah. Namun, selama niat masih dijaga dan keberanian untuk memulai tidak hilang, perjalanan itu akan selalu memiliki alasan untuk dilanjutkan.
Dari usaha yang terus dirawatnya, Syafa belajar bahwa keberhasilan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, ia tumbuh dari keberanian sederhana untuk memulai, bertahan ketika keadaan sulit, dan tetap menjaga niat di setiap langkah.
