
Faizul Husni, Duta Kampus Fakultas Pertanian 2026 (Sumber: Dok. Faizul Husni)
Purwokerto – Sudutnalar.com, Faizul Husni, mahasiswa Program Studi Agroteknologi angkatan 2025, resmi terpilih sebagai Duta Kampus Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jenderal Soedirman periode 2026–2027. Mahasiswa perantau asal Medan yang juga merupakan penerima Beasiswa Unggulan ini siap menjadi representasi fakultas sekaligus penggerak bagi mahasiswa lainnya.
Sebagai penerima Beasiswa Unggulan, Faiz terdorong untuk terus mengembangkan potensinya selama menempuh pendidikan di Unsoed. Ia meyakini bahwa keberhasilan sejati seorang mahasiswa tidak diukur dari deretan gelar akademik semata, melainkan dari seberapa besar manfaat yang bisa dibagikan kepada orang lain.
Semangat untuk menebar manfaat itulah yang kemudian mendorongnya mengikuti ajang pemilihan duta. Berawal dari rasa penasaran, ia ingin mencoba pengalaman baru dan belajar dari orang-orang di luar ruang kelasnya. Bagi Faiz, Duta Faperta bukan sekadar gelar. Peran tersebut menyadarkannya bahwa ada nama baik fakultas yang turut ia bawa dan harus dijaga.
“Ketika kita sudah diberi kepercayaan, berarti ada tanggung jawab yang harus kita jaga,” ujar Faiz.

(Sumber: Dok. Faizul Husni)
Ternyata, Duta Faperta bukan satu-satunya wadah bagi Faiz untuk berkembang. Ia juga aktif mengambil peran dalam berbagai organisasi dan kepanitiaan, seperti menjadi Ketua Angkatan Program Studi Agroteknologi 2025, Anggota BEM Unsoed, dan Duta Anti Kekerasan.
Berbagai kegiatan yang dijalaninya sempat membuat kewalahan. Namun, dinamika sebagai duta kampus dan aktivis mahasiswa pada akhirnya justru membentuk Faiz menjadi pribadi yang lebih adaptif dalam mengelola prioritas.
“Menurut saya, selama ada kesempatan yang baik, coba ambil. Kalau gagal, belajar lagi. Kalau berhasil, jangan lupa untuk berbagi,” ujar Faiz.
Sebagai mahasiswa perantau yang mengemban amanah besar, Faiz berupaya menyelaraskan aktualisasi diri dengan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
“Masa kuliah itu bukan perlombaan tentang siapa yang paling aktif atau paling banyak pencapaian. Karena pada akhirnya, keberhasilan bukan hanya tentang seberapa jauh kita bisa melangkah, tapi juga tentang seberapa banyak orang yang ikut merasakan manfaat dari perjalanan kita,” pungkasnya.
Penulis : Gendis Kumalasari
Editor : Inas Hanin Bachrullah
