sudutnalar.com, 22 September 2026

Siti Suryati saat bartugas sebagi asisten bidan di klinik. (Dok. Siti Suryati)
PURBALINGGA, SUDUTNALAR – Tidak semua pilihan hidup berawal dari rencana yang matang. Begitu pula perjalanan Siti Suryati, A.Md.Keb., yang awalnya tidak berencana memilih bidang kebidanan. Keputusannya bermula dari ajakan seorang teman untuk mendaftar melalui jalur Penelusuran Minat dan Prestasi (PMDP) di Poltekkes Kemenkes Semarang. Ia kemudian diterima melalui jalur tersebut dan menempuh pendidikan kebidanan hingga akhirnya menjalani peran sebagai asisten bidan di Bojong, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga..
Ketertarikan Siti terhadap bidang kebidanan mulai tumbuh ketika menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di puskesmas. Kesempatan membantu proses persalinan membuatnya merasakan kebanggaan tersendiri karena dapat membantu ibu dan bayi. “Di situ ngerasa ada kebanggaan tersendiri karena bisa bantu menyelamatkan dua nyawa,” ujar Siti.
Siti mulai bekerja sebagai asisten bidan pada Oktober 2022. Ia membantu menyiapkan alat, memastikan kebutuhan pelayanan tersedia, mendukung proses pemeriksaan, serta menenangkan ibu yang merasa cemas. Bagi Siti, bagian yang paling berkesan dari pekerjaan tersebut adalah ketika melihat kebahagiaan ibu setelah bayinya lahir dengan selamat.
Salah satu pengalaman yang paling diingat Siti terjadi ketika mendampingi persalinan pada tengah malam saat hujan deras. Listrik sempat padam ketika proses persalinan berlangsung. Siti dan tim menggunakan cahaya dari telepon genggam untuk membantu proses pelayanan hingga persalinan dapat ditangani dengan baik.
Jam kerja yang tidak menentu serta kondisi ibu dan keluarga yang panik menjadi tantangan dalam pekerjaannya. Siti berusaha tetap tenang agar tidak ikut terbawa kepanikan. “Kalau kita panik, ibu makin panik,” ujarnya. Kesabaran, sikap lembut, dan menjaga kerahasiaan pasien menjadi prinsip yang selalu dipegangnya. Menurut Siti, ibu yang datang membutuhkan pendampingan dengan baik karena berada dalam kondisi yang rentan.
Pengalaman mendampingi ibu melahirkan membuat Siti menjadi lebih sabar, tidak mudah mengeluh, dan lebih peka terhadap keadaan sekitar. Perjuangan ibu selama proses persalinan juga membuatnya semakin menghargai peran seorang ibu. Ia merasa bangga ketika melihat bayi yang pernah dibantunya kini tumbuh semakin besar.
Siti berharap dapat terus memberikan pelayanan terbaik sekaligus melanjutkan pendidikan. Ia juga berharap masyarakat lebih memperhatikan ibu hamil di lingkungan sekitar. Menurutnya, perhatian dan dukungan dari orang-orang di sekitar dapat membantu ibu menjalani kehamilan dengan lebih tenang. “Harapannya semua ibu bisa hamil dengan tenang, melahirkan dengan aman, dan pulang dengan selamat peluk bayinya,” ujarnya.
Penulis : Najwa Amalia
Penyunting : Nagita Zulfa
