Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

BELAJAR RASA SYUKUR DARI PAK PURWANTO SEORANG PENJUAL SIOMAY

Posted on Oktober 8, 2026 by calista aneen

sudutnalar.com, 08 Oktober 2026

Oleh : Vina Pratista

Pak Purwanto Penjual Siomay (Dok: Vina Pratista)

Di balik uap hangat siomay yang mengepul, seorang pria paruh baya berusia 53 tahun tersenyum ramah menyapa setiap pejalan kaki yang lewat. Tangannya dengan cekatan meracik bumbu kacang gurih ke atas piring plastik. Pria itu adalah Pak Purwanto. Ia berasal dari Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur yang kini menggantungkan asa pada setiap porsi siomay dengan seharga Rp10.000.

Sebelum berjualan siomay empat bulan lalu, Pak Purwanto adalah seorang petani. Sejak usia 12 tahun usia di mana anak-anak lain sibuk bermain Ia sudah mengolah tanah. Namun, nasib lahan garapan milik Pemda yang tak lagi bisa disewa memaksa langkahnya berganti haluan. Langkahnya sempat mencoba kerasnya dunia menjadi pekerja proyek dan pada akhirnya Pak Purwanto memilih jalan wirausaha demi menjaga kemandirian di usianya yang terbilang tidak muda lagi.

“Dulu saya pekerja proyek. Tapi ya, kalau dilihat dari fisik masih mampu, cuma lebih memilih berwirausaha saja,” tuturnya dengan nada suara yang tenang.

Setiap hari, ikhtiar itu dimulai sejak pagi sekitar pukul sembilan pagi, Ia dan rekan-rekan sesama pedagang berkumpul untuk mengolah dan meracik bahan-bahan siomay secara bersama-sama. Setelah persiapannya selesai, barulah menjelang siang atau selepas Dzuhur, Ia mendorong gerobaknya menelusuri sudut-sudut kota hingga berlabuh di sekitar alun-alun.

Menjalani profesi sebagai pedagang kaki lima tentu akrab dengan ketidakpastian. Ada hari-hari di mana barang dagangan laku keras, namun tak jarang pula sepi pembeli. Tetapi, hal tersebut tidak tampak raut kecemasan di wajahnya. Bagi Pak Purwanto, ketidakstabilan pendapatan bukanlah alasan untuk berkecil hati atau mengeluh.

“Kalau saya, tetap senang saja dan menikmati hasilnya,” ucapnya jujur sembari terkekeh pelan.

Di tengah gempuran hiruk-pikuk kehidupan kota, kepuasan Pak Purwanto justru terletak pada hal-hal kecil yang sederhana. Tatkala pembeli mencicipi racikan siomaynya dan memberikan pujian, ada kebahagiaan hangat yang mengguncang di dadanya. Momen ketika pembeli berkata, “Enak Pak, bisa buat langganan,” menjadi pendorong semangat yang tak ternilai harganya. Bagi Pak Purwanto, respon positif pelanggan adalah bahan bakar utama untuk terus melangkah.

Uniknya, saat ditanya mengenai momen atau beban paling berat selama berjualan siomay, Ia menggelengkan kepala. Tidak ada keluhan tentang lelah, panas, atau kaki yang pegal. Resep ketangguhan itu ternyata bersumber dari pandangan hidupnya yang sangat berserah dan transendental. Ia tak pernah menggantungkan kebahagiaan atau harapan pada penilaian manusia.

“Kalau saya, bahagia itu penguatnya ya yang bikin hidup. Nggak ada orang. Orang itu kan bisa manipulasi. Tapi kalau yang bikin hidup, nggak mungkin,” ujar Pak Purwanto dengan tatapan mata yang dalam.

Di balik kesederhanaan gerobak siomaynya, Pak Purwanto menyimpannya sebagai ruang refleksi kehidupan. Kepada generasi muda yang kerap diterpa kecemasan akan masa depan, Ia menitipkan sebuah nasihat sederhana namun berbobot tentang arti ketabahan dan hakikat kehidupan.

“Ya yang penting semangat, jangan putus semangat. Harus ingat, hidup itu bakal mati,” tutupnya singkat.

Satu porsi siomay hangat berpindah tangan. Di balik piring plastik dan bumbu kacang gurih seharga sepuluh ribu rupiah itu, Pak Purwanto tidak sekadar menjajakan makanan ganjal perut. Di sudut Alun-Alun Purwokerto sore itu, Ia sedang menjajakan pelajaran paling berharga tentang hidup, bahwa bahagia tak pernah menuntut banyak syarat, dan ketenangan sejati hanya milik mereka yang jujur merayakan setiap ketetapan-Nya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme