Sudutnalar.com, 9 September 2026

Suasana sore hari di Thera Art Space (Dokumentasi : Calista Aneen Cahyani)
PURWOKERTO, Sudut Nalar – Kesibukan sehari-hari terkadang membuat seseorang membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak. Melakukan kegiatan yang disukai, mencoba hal baru, atau sekadar menghabiskan waktu dengan aktivitas kreatif dapat menjadi cara untuk melepas penat. Bagi masyarakat yang ingin mengisi waktu luang dengan kegiatan seni, Thera Art Space di Kabupaten Banyumas dapat menjadi salah satu pilihan.
Berlokasi di Jalan Merdeka No. 8, Brubahan, Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Thera Art Space menghadirkan pengalaman berkarya yang dapat dilakukan langsung oleh pengunjung. Tempat ini bukan sekadar ruang untuk menghasilkan karya, tetapi juga menjadi tempat bagi pengunjung untuk mengekspresikan kreativitas dengan cara masing-masing.
Berbagai aktivitas seni tersedia di Thera Art Space. Pengunjung dapat memilih kegiatan seperti canvas painting, vase painting, paint keychain, DIY kawat bulu, dan berbagai aktivitas kreatif lainnya. Pengunjung pun tidak perlu memiliki kemampuan khusus dalam bidang seni untuk dapat menikmatinya karena kegiatan dirancang sebagai pengalaman berkarya yang menyenangkan.
Untuk menikmati salah satu aktivitasnya, pengunjung dapat memulai dari harga Rp20.000 melalui paket paint keychain. Pilihan kegiatan yang beragam memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menentukan sendiri aktivitas yang sesuai dengan minat dan keinginan mereka.
Di balik konsepnya sebagai ruang berkarya, Thera Art Space memiliki filosofi yang menjadi bagian dari identitas tempat tersebut. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu staf Thera Art Space, nama “Thera” berasal dari kata “Pantera” yang berarti macan tutul.
Macan tutul menjadi gambaran sifat yang ingin dibawa oleh Thera, yaitu tangguh, mandiri, berani, adaptif, dan mampu berjalan dengan caranya sendiri. Filosofi tersebut menjadi harapan agar Thera memiliki keberanian untuk terus tumbuh, mencoba hal-hal baru, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
“Seperti macan tutul yang memiliki corak unik di setiap tubuhnya, Thera memiliki warna dan keunikannya sendiri,” ujar salah satu staf Thera Art Space.
Keunikan tersebut kemudian menjadi gambaran bagaimana Thera memandang setiap individu. Setiap orang memiliki warna dan karakter yang berbeda. Melalui seni, Thera ingin menjadi ruang tempat setiap warna tersebut dapat muncul, diekspresikan, dan dihargai.
Konsep berkarya yang ditawarkan Thera pun dapat menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mengambil jeda dari rutinitas. Fokus pada proses melukis, menghias, atau membuat kerajinan memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati kegiatan secara langsung dan menyalurkan kreativitas mereka.
Hal tersebut turut dirasakan oleh sejumlah mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) tahun 2026 yang berkunjung ke Thera Art Space. Intan, Davin, dan Zana datang dengan latar belakang daerah yang berbeda. Ada yang berasal dari Tangerang, Jakarta, hingga Purwokerto atau yang biasa disebut warga lokal (warlok).
Bagi Intan, Thera Art Space pertama kali dikenalnya melalui sebuah video di TikTok. Kesan pertama yang ia dapatkan adalah tempat yang lucu dan menarik. Ketertarikannya terhadap kegiatan melukis juga menjadi salah satu alasan dirinya memilih datang ke Thera.
“Tahu dari video TikTok. First impression-nya tempatnya lucu dan memang suka ngelukis,” ujar Intan.
Selain ingin melakukan hobi, alasan lain yang membuat mereka datang adalah keinginan untuk healing. Suasana Thera yang nyaman menjadi salah satu hal yang membuat kegiatan berkarya terasa lebih menyenangkan bagi mereka.
Desain interior Thera Art Space juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Menurut mereka, interiornya terlihat lucu, Instagramable, dan nyaman. Suasana tersebut membuat kegiatan berkarya tidak hanya menjadi aktivitas kreatif, tetapi juga menjadi pengalaman yang menyenangkan untuk dinikmati bersama.
Keberadaan Thera Art Space menunjukkan bahwa kegiatan seni dapat dinikmati dengan cara yang sederhana. Pengunjung tidak hanya berfokus pada hasil karya, tetapi juga dapat menikmati proses ketika menuangkan ide, memilih warna, dan menciptakan sesuatu sesuai dengan kreativitas masing-masing.
Ke depannya, Thera Art Space ingin berkembang lebih dari sekadar tempat untuk berkarya. Berdasarkan penuturan staf, Thera diharapkan dapat menjadi ruang untuk bertemu, berekspresi, bereksplorasi, dan menemukan diri sendiri melalui seni.
Dengan membawa filosofi macan tutul yang tangguh dan memiliki corak unik, Thera Art Space ingin memberikan ruang bagi setiap orang untuk menemukan dan menunjukkan warna mereka masing-masing. Menepi sejenak di Thera bukan hanya tentang membuat sebuah karya, tetapi juga tentang menikmati proses, melakukan hal yang disukai, dan memberikan waktu bagi diri sendiri.
Penulis : Calista Aneen Cahyani
Penyunting : Athaya Aqilah
