Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Merajut Asa di Atas Lantai Dansa: Bahasa Tubuh yang Menyuarakan Jiwa

Posted on Oktober 9, 2026Oktober 9, 2026 by dava hanif

Sumber foto: Dok. Pribadi Syifa Aryani Putri

BANYUMAS, SUDUTNALAR – Suara sepatu yang bergesek dengan lantai ruangan latihan terdengar berirama, beradu dengan napas yang memburu. Di balik peluh yang menetes, sorot mata seorang mahasiswi muda bernama Syifa Aryani Putri tampak begitu tajam, memancarkan ketulusan yang sulit disembunyikan. Bagi sebagian orang, menari mungkin sekadar hiasan panggung atau gerakan fisik yang menghibur. Namun, bagi Syifa, panggung adalah tempat di mana ia bisa bernapas lebih lega, ruang latihan untuk merajut asa dan menyuarakan emosi yang tak sanggup diungkapkan lewat kata-kata.

Ketertarikan Syifa pada dunia seni gerak ini, bermula dari kekagumannya pada budaya K-pop saat ia duduk di bangku kelas 10 SMA. Melihat para idolanya tampil penuh energi di layar kaca membuat hatinya terpaut. 

“Menurut saya, mereka itu keren banget waktu dance. Jadi saya ingin keren seperti mereka,” ujar Syifa mengenang awal perjalanannya.

Meski awalnya hanya coba-coba meniru tutorial dance di YouTube secara otodidak tanpa pemahaman dasar hip-hop atau dance, tekadnya perlahan membawanya menemukan pelatih profesional saat SMA. Dari sanalah ia belajar memahami makna di balik setiap hentakan, bukan sekadar bergerak mengikuti ketukan lagu.

Namun, jalan terjal tentu menghampiri. Syifa mengaku pernah merasakan pahitnya kritik tajam, baik saat masih berseragam putih abu-abu hingga menginjak bangku kuliah. Ia pernah dikritik kurang memiliki power, kontrol tubuh yang minim, hingga mendapat komentar bahwa dirinya tidak cocok membawakan dance cover bertema pria. Kritik tersebut sempat menusuk hatinya, membuatnya merasa kecil.

Belum lagi ketika ia harus menelan kekalahan telak dalam sebuah kompetisi dance tingkat kabupaten semasa sekolah. Kala itu, ia dan temannya masih awam dan harus bersaing dengan kontestan lain yang jauh lebih profesional dan berpengalaman.

“Perasaan saya ya sedih, padahal sudah lama dan rajin berlatih, tapi tidak menang,” kenangnya dengan nada lirih. 

Namun, alih-alih meratapi nasib dan menyerah, kegagalan itu justru ia jadikan bahan bakar untuk terus menempa diri. Baginya, kompetisi dan kekalahan adalah guru terbaik untuk mendewasakan mental.

Tantangan terberat baginya bukanlah menghafal koreografi yang rumit atau menyelaraskan tempo yang rapat, melainkan bagaimana menjaga konsistensi di tengah kesibukan akademik. Sebagai seorang mahasiswi, prioritas utamanya tetaplah perkuliahan. Ketika jadwal latihan berbenturan dengan tugas kelompok yang menumpuk, Syifa memiliki cara tersendiri untuk menyiasatinya. Ia memilih menyelesaikan urusan kelompok terlebih dahulu, membagi porsi tugas yang harus ia kerjakan dahulu, sebelum akhirnya pamit untuk berlatih. Ia membuktikan bahwa hobi tidak harus mengorbankan masa depan pendidikannya.

Puncak kebahagian dan pencapaian terbesarnya adalah ketika ia diberi kesempatan tampil di berbagai panggung besar. Mulai dari panggung sekolah, acara kampanye sosial, hingga memeriahkan panggung pameran kampus (Ospek Universitas dan PKKMB). Di sanalah ia merasa hidupnya benar-benar berarti.

“Dance itu cara saya untuk mengeluarkan suka-duka. Jadi saya suka sekali dengan dance dan hal itulah yang membuat saya bertahan sampai sekarang,” ungkapnya.

Bagi Syifa, dance bukan sekadar gerakan fisik yang indah dipandang mata. Lebih dari itu, seni gerak ini menjadi sebuah bahasa universal yang merangkul sunyi, menyebuhkan luka, dan merayakan kehidupan. Dari lantai ruang latihan yang sederhana, Syifa terus menari, menentang waktu, dan membuktikan bahwa ketekunan selalu menemukan jalannya untuk bersinar.

Penulis : Sabti Ainnur Rahmah

Editor : Salamah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme