Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Langkah Pelan Penjual Es Cincau di Bawah Terik Matahari

Posted on Oktober 8, 2026 by Erdi Aqil Fauzan

Oleh Adzra Rosalina

Sudutnalar.com, 7 Oktober 2026

Yono, Penjual Es Cincau (Foto: Sudutnalar.com/Adzra Rosalina)

BANYUMAS, SUDUTNALAR – Pukul dua siang, ketika panas matahari membakar aspal, seorang pria mendorong gerobaknya di pinggiran jalan raya Purwokerto. Kendaraan berlalu lalang di dekatnya, tetapi ia terus melangkah pelan dan mantap di bawah terik siang itu. 

Begitu dipanggil, wajahnya tampak sumringah. Ia menghentikan gerobaknya dan melayani dengan ramah. Tangannya cekatan menyendokkan cincau segar ke dalam gelas, dan pesanan pun siap. Itulah Yono, penjual es cincau keliling. 

Bagi Yono, siang itu hanya sebagian dari hari yang panjang. Ia meninggalkan rumah sekitar pukul tujuh pagi menuju rumah bosnya. Di sana, ia menyiapkan jualan, mulai dari merebus air hingga membuat cincau. Proses persiapan memakan waktu sekitar satu setangah jam. Setelah cincau mengental, ia mulai berangkat menjemput rezeki. 

Pada hari-hari biasa, ia mangkal di depan sebuah ATM dekat hotel Java Heritage Purwokerto. Setelah itu, ia berkeliling ke perumahan untuk menjajakan jualannya. 

Cuaca panas maupun hujan tidak menghambat langkahnya untuk terus berjualan. Namun, ada satu hal yang menjadi masalah, yaitu pasokan daun cincau saat musim kemarau. 

“Ini kan panas ya, Mbak. Daunnya nggak banyak. Kalau hujan kan bisa tumbuh lagi banyak. Ini sampai dua bulan nggak tumbuh-tumbuh lagi. Jadi harus beli di tempat lain,” tutur Yono. 

Terkadang daun cincau dikirim dari Tasikmalaya jika tidak tersedia di sekitar Purwokerto. Kalaupun ada, kualitas daunnya kurang bagus.

Pria kelahiran Klaten ini sudah tiga tahun berdagang bersama bosnya saat ini. Sebelumnya, ia pernah menjalani usaha sendiri, yaitu berjualan es buah di dekat Rajawali Cinema. Kala itu, ia masih bisa berjualan di trotoar. Saat ini, sudah tidak bisa dilakukan. Jadi, ia pun mengikuti bosnya saat ini. 

Tidak setiap hari jualannya laku. Pada hari seperti itu, tidak ada setoran untuk bos, dan tidak ada pula yang ia bawa pulang. Jam pulangnya pun tidak menentu karena bergantung pada seberapa cepat jualannya habis. 

Ia mengenang masa sebelum pandemi, saat pukul dua siang ia sudah bisa pulang. Sejak masa pandemi hingga sekarang, ritmenya tak lagi semudah itu. Namun, ia tetap bersyukur, “Alhamdulillah, sedikit demi sedikit bisa berjalan,” ucap Yono.

Sesekali ada kejadian tidak menyenangkan dari pelanggan. Namun, Yono tidak terlalu mempermasalahkannya. “Namanya orang berusaha jualan, ya, carinya cari rezeki bukan cari musuh. Alhamdulillah aman,” ungkapnya.

Di balik langkahnya mendorong gerobak, terdapat dua harapan besar. Dari segelas es cincau seharga Rp5.000, ia berharap bahwa hasil usahanya ini bisa terus membiayai sekolah anaknya. Ia juga berharap kuliner seperti cincau ini tidak hilang dan tetap dilestarikan, sebab peminatnya kini tak seramai dulu. 

Ia bercerita bahwa dulu ada dua belas karyawan yang berjualan es cincau, tetapi saat ini tersisa enam. Enam karyawan diantaranya ialah orang yang sudah lanjut usia sehingga tidak lagi berjualan, dan yang bertahan adalah orang-orang muda. Akibatnya, enam gerobak menganggur. 

Di akhir perbincangan, ia menitipkan satu pesan kepada siapa pun yang sedang menghadapi masa sulit, “Bertawakal saja kepada Allah. Itu adalah kunci utama. Kalau usaha jangan sampai mengeluh, ini pantangan orang Klaten. Kalau usaha di perantauan jangan sampai mengeluh. Apa pun yang kita hadapi, Insya Allah, ada jalan,” ujarnya. 

Setelah melayani, Yono mengangguk ramah, lalu kembali mendorong gerobaknya menyusuri pinggiran jalan raya Purwokerto di bawah terik yang sama. Jalan mungkin masih panjang, jualan belum tentu selalu habis, tetapi langkahnya tetap bergerak. Sebab, baginya, setiap dorongan gerobak adalah bagian dari usaha untuk membawa pulang harapan. 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme