Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Tak Ingin Hanya Dikenal sebagai Anggota DPRD, Riko Kembali Menata Hidup Lewat Usaha

Posted on September 23, 2026 by Erdi Aqil Fauzan

Sudutnalar.com, Minggu, 20 September 2026, 14.15 WIB

Dokumentasi kegiatan Upgrading Nasional Legislator Partai Golkar yang berlangsung di Jakarta, 10–13 Desember 2024 (Foto: Dok. Koleksi Ritsiko Arda Nari)

Demak – Sudutnalar.com, Jauh sebelum dikenal sebagai anggota DPRD, Ritsiko Arda Nari sudah mengenal dunia usaha dari kandang kambing milik ayahnya yang sudah tidak digunakan. Dari tempat sederhana itu, ia mencoba memelihara bebek pedaging. Usaha tersebut sempat gagal, tetapi Riko tidak menyerah. Ia kemudian beralih memelihara bebek petelur hingga berhasil, dari yang awalnya hanya sekitar 300 ekor kini dapat mencapai ribuan ekor.

Perjalanan ini menjadi bagian penting dalam hidup Riko. Ketika kesibukannya di dunia politik semakin padat, perhatian terhadap usaha mulai berkurang. Usaha yang diserahkan kepada orang lain akhirnya mengalami kemunduran. Dari pengalaman tersebut, Riko menyadari bahwa usaha yang telah dibangun tetap membutuhkan perhatian dan tidak bisa ditinggalkan begitu saja. 

“Kalau politik ya politik, usaha ya usaha. Tidak mungkin makan dari hasil uang politik.” katanya. 

Kini, Riko kembali menata usahanya, termasuk merintis usaha di bidang perikanan. Bagi Riko, usaha dapat menjadi sumber penghasilan yang tetap berjalan setelah tidak lagi berkecimpungan di dunia politik. Keinginan tersebut bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga berkaitan dengan pesan yang sejak dulu disampaikan orang tuanya.

Pesan orang tua selalu menjadi prinsip yang dipegang Riko dalam menjalani hidup. Ia mengingat nasihat bahwa hidup hanya sekali dan setiap orang akan meninggalkan sesuatu dari apa yang dilakukannya. Orang tuanya juga mengajarkan bahwa apa yang ditanam itulah yang akan dituai. Kebaikan yang ditanam, akan menghasilkan kebaikan pula.

Prinsip itu yang memengaruhi cara Riko melihat perjalanan hidupnya. Riko ingin memiliki ilmu yang bermanfaat dan harta lebih dari cukup agar bisa membantu orang lain yang membutuhkan. Karena itu, jabatan bukan satu-satunya hal yang ingin ia tinggalkan.

“Saya tidak ingin dikenal hanya sebagai DPRD, yang penting saya punya ilmu bermanfaat dan punya harta lebih banyak untuk membantu orang yang membutuhkan.” ujarnya.

Dua periode menjadi anggota DPRD merupakan salah satu fase dalam perjalanan hidup Riko. Selama menjalankan tugas, ia menangani persoalan dengan turun langsung kepada masyarakat, berbincang dengan warga dan mendengar keluh kesah mereka dari dekat. Baginya, persoalan masyarakat tidak cukup dipahami melalui laporan dan rapat.

“Kalau kita tidak turun langsung, kita tidak mungkin tahu permasalahannya. Harus terjun langsung, jangan mengatasnamakan, ‘Ini loh, saya DPR!’ sebab yang dibutuhkan Masyarakat adalah tindakan nyata” ujar Riko.

Cara tersebut membuat Riko menemukan persoalan yang tidak selalu terlihat dari laporan. Salah satunya ketika ia menemui warga di kawasan pesisir Sayung yang rumahnya terdampak banjir. Dari pertemuan itu, Riko mendengar langsung keluhan warga mengenai persoalan yang terus mereka hadapi.

Pengalaman di lapangan memengaruhi cara Riko melihat kebijakan. Dalam persoalan ketahanan pangan, ia menilai pemerintah tidak cukup jika hanya memberikan pelatihan. Kebutuhan dasar seperti irigasi juga perlu diperhatikan agar program dapat berjalan secara maksimal.

“Ibaratnya rumah, harus di pondasi supaya kuat.’’ katanya.

Bagi Riko, turun ke masyarakat merupakan hal dasar untuk memahami kebutuhan daerah yang diwakilinya. Ketika kebutuhan masyarakat tidak selalu sejalan dengan kebijakan, ia tetap berupaya agar kebutuhan tersebut diperjuangkan dalam pembahasan anggaran.

Riko kini memilih menata kembali usahanya selagi masih memiliki tenaga, pikiran, dan kesempatan. Baginya, membangun sesuatu yang bermanfaat tidak perlu menunggu jabatan berakhir.

“Mumpung otak masih bisa berpikir, masih ada tenaga, ayo semangat. Tahun depan belum tentu masih bisa.” ujar Riko.

Penulis – Ilma Lutfi Anasari

Editor – Elisyia Putri Himawan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme