Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Dari Masjid ke Ruang Kelas: Perjalanan Bambang Achdiat Membangun Lecopro Academy

Posted on September 23, 2026September 23, 2026 by Erdi Aqil Fauzan

Sudutnalar.com, 20 September 2026

Bambang Achdiat – Pemilik Lecopro Academy (Foto: sudutnalar.com/Adzra Rosalina)

Ciamis – Sudutnalar.com, Berawal dari cita-cita ingin mendirikan sekolah, tetapi terkendala biaya, Bambang Achdiat (37) memilih jalan berbeda: membangun program pendidikan terlebih dulu, dan menawarkannya ke sekolah-sekolah. Dari situlah lahir Lecopro Academy, lembaga bimbingan belajar yang berdiri pada tahun 2022, dan kini telah memiliki kantor resmi serta dua cabang di Kabupaten Ciamis.

Lecopro, singkatan dari Learning Ecosystem Program (program membangun ekosistem belajar) didirikan Bambang bersama rekannya. Lembaga ini memiliki tiga program utama yang menargetkan siswa, guru, dan orang tua sekaligus – sebuah pendekatan yang menurut Bambang esensial dimiliki sebuah sekolah. Jika program ini terbukti diterima baik oleh masyarakat maupun pemerintah, Bambang berharap suatu saat dapat menerapkannya langsung di sekolah miliknya sendiri yang direncanakan bernama Lecopro International Boarding School. 

Perjalanan membangun Lecopro Academy tidak mudah. Di awal berdirinya, tanpa modal besar, Bambang meminta izin untuk membuka bimbel di sebuah masjid dekat SMAN 2 Ciamis, seminggu dua kali pada sore hari. Untuk menarik peminat, ia bahkan mengajak kedua putranya agar terlihat ramai. Setelah itu, ia menawarkan kepada temannya, dan datanglah murid baru. Dari situ, terjadi perputaran uang. Modal Rp500.000 yang ia dapat digunakan sebagai uang muka tempat. 

Saat di masjid, tidak jarang jadwal mengajarnya bertepatan dengan jadwal pengajian warga. Alhasil, Bambang harus mengajar murid-muridnya di pinggir jalan – tepatnya di tangga menuju area makam. 

“Waktu saya masih mengajar di masjid, tidak jarang jadwal mengajar saya bertepatan dengan jadwal pengajian warga. Akhirnya, saya mengajar di pinggir masjid, tepatnya di tangga menuju area makam. Jadi, saat orang tua mengantar anaknya belajar, mereka melihat saya mengajar anak-anaknya di pinggir jalan.” ucapnya. 

Dalam mendirikan bimbel, ia mengatakan bahwa orang yang paling berpengaruh adalah gurunya. Gurunya berpesan bahwa mendirikan sebuah bimbel tidak harus dengan modal banyak, asalkan memiliki skill. “Tidak ada modal yang cukup untuk orang yang tidak melihat dirinya sebagai modal.” katanya, mengutip pesan gurunya.

Kini, dengan 7 pengajar yang mencakup guru baca-tulis-hitung (calistung), bahasa Inggris, dan matematika, Lecopro Academy telah merambah ke sejumlah sekolah di Bogor dan Jawa Tengah sebelum akhirnya memiliki kantor resmi di Ciamis pada tahun 2024, disusul dengan cabang di Cikoneng dan Panumbangan. 

Kegiatan Pembelajaran di Luar Kelas Lecopro Academy Ciamis (Foto: sudutnalar.com/Bambang Achdiat)

Di balik pencapaian tersebut, Bambang mengaku bahwa pengorbanan terbesar bukan miliknya, melainkan milik istrinya. Selama beberapa tahun masa kuliah dan awal merintis usaha, ia hanya bisa pulang ke rumah satu hingga tiga hari dalam seminggu, bahkan pernah meninggalkan keluarga selama sebulan ke Makassar. “Kalau suatu saat nanti orang melihat ini adalah sebuah kesuksesan, maka yang harus menikmati kesuksesan itu adalah istri saya pribadi,” katanya.

Dalam menjalankan bisnis, Bambang berpegang pada prinsip bahwa urusan duniawi boleh rugi, tetapi urusan dunia akhirat tidak boleh – dengan menghindari transaksi riba dan kebohongan setiap menjalankan kegiatan usahanya. 

Bambang juga menyoroti tantangan pendidikan generasi saat ini, yaitu kemudahan mengakses kesenangan instan melalui gawai. Menurutnya, kesenangan instan ini membuat anak-anak sulit terbiasa dengan proses yang panjang dan mudah berkata lelah. Ia juga berpendapat bahwa pendidikan tidak hanya soal nilai akademik karena dunia kerja swasta saat ini lebih menekankan skill dan relasi dibandingkan dengan ijazah semata.

Terakhir, Bambang berpesan kepada para orang tua dan pendidik agar tidak memaksakan anak serupa dengan diri mereka, melainkan membantu menemukan jalan dan keterampilan masing-masing anak – sekaligus terus belajar sepanjang hayat agar terus menginspirasi generasi selanjutnya. 

Penulis – Adzra Rosalina

Editor – Caesaria Cahaya Rembulan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme