Sudutnalar.com, 12 September 2026

Suasana Curug Cimanik yang dikelilingi rimbunnya pepohonan hijau di Desa Cigintung, Kecamatan Wanareja. Sabtu, 12 September 2026 (foto: Tita Nurkhalifah)
WANAREJA, Sudut Nalar. Desa Cigintung, Kecamatan Wanareja, memiliki destinasi wisata alam yang banyak dikenal masyarakat, yaitu Curug Cimanik. Lokasi tersebut dapat ditempuh dalam waktu sekitar 40 menit dari pusat Kecamatan Wanareja. Curug Cimanik cukup dekat dari pemukiman warga, sekitar lima menit jika menggunakan kendaraan. Kondisi jalan dari pemukiman warga sudah cukup memadai karena sudah dicor, sehingga perjalanan tetap bisa dilalui. Akses dari jalan cor menuju curug memang lumayan curam, namun medan tersebut justru cocok bagi pengunjung yang menyukai alam dan aktivitas tracking. Lokasinya yang berdekatan dengan Sungai Cijalu menjadi nilai tambah tersendiri. Sebelum tiba di curug, pengunjung terlebih dahulu disuguhi hamparan sawah dan pemandangan aliran sungai Cijalu yang menambah keasrian. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan, tersedia lahan parkir motor di dekat Sungai Cijalu, sehingga perjalanan selanjutnya menuju curug dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki.

Area parkir pengunjung berada di dekat Sungai Cijalu dan akses jalan cor dengan pemandangan hamparan sawah. Sabtu, 12 September 2026 (foto: Tita Nurkhalifah)
Curug Cimanik dikelilingi pepohonan hijau menjadi daya tarik utama tempat ini. Nesa, salah satu pengunjung asal Majenang, mengaku tertarik datang karena suasananya yang masih alami.
“Suasananya masih asri dan pemandangan di sekitarnya juga nggak kalah indah,” ujar Nesa.
Ia juga menyinggung soal akses menuju lokasi, “aksesnya lumayan curam dan cukup menantang bagi yang belum terbiasa tracking, sehingga perjalanannya cukup melelahkan.”
Selain menikmati pemandangan, kolam di bawah air terjun kerap dimanfaatkan pengunjung untuk berenang meskipun cukup dalam. Sementara itu, warga setempat biasa memancing di sekitarnya. Salah satu warga setempat yang sawahnya dekat dari kawasan curug, Pak Nurdin, menyampaikan bahwa Curug Cimanik biasanya ramai dikunjungi pada akhir pekan.
“Biasanya ramai pada Sabtu dan Minggu kalau libur sekolah,” ujar Pak Nurdin. Menurutnya, saat hari libur, pengunjung yang datang biasanya tidak hanya melihat curug, tetapi juga menghabiskan waktu bersama keluarga di sekitar kawasan tersebut.
“Kalau libur biasanya banyak yang datang rombongan keluarga, ada juga yang liwetan di sini,” ujar Pak Nurdin.
Curug Cimanik biasanya mulai didatangi pengunjung sejak pukul 07.00 pagi, ketika suasana masih sejuk dan cocok untuk menikmati udara segar pedesaan. Keramaian pengunjung umumnya hingga siang hari, lalu mulai sepi menjelang sore sekitar pukul 16.00. Waktu tersebut dianggap paling aman, karena akses jalan menuju curug yang cukup menantang sehingga lebih aman dan nyaman dilalui saat kondisi cuaca masih terang dan tidak berisiko licin akibat hujan. Hingga saat ini, pengunjung Curug Cimanik belum dikenakan tiket masuk sehingga wisata alam ini masih dapat dinikmati masyarakat secara gratis. Dari sisi pengelolaan dan fasilitas, Curug Cimanik masih dapat dikembangkan lebih lanjut. Keberadaan Curug Cimanik menjadi salah satu potensi wisata alam yang dimiliki Desa Cigintung. Dengan pengelolaan yang baik serta tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, Curug Cimanik berpeluang menjadi salah satu tujuan wisata alam yang semakin diminati di Kecamatan Wanareja.
Penulis: Tita Nurkhalifah
Editor: Shafrifa Rahma Aulia
