Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Merajut Jiwa Muda di Serambi Baiturrohmah: Jejak Ketulusan Firman Merawat Generasi

Posted on Oktober 9, 2026Oktober 9, 2026 by dava hanif

Penulis: Kirania Eka Putri | Narasumber: Firman| Keterangan: Tokoh Inspiratif | Rabu, 7 Oktober 2026 | 17.04 WIB

BANYUMAS, SUDUTNALAR – Senja perlahan merayap di halaman Masjid Baiturrohmah, wilayah RW 5. Di bawah naungan langit yang mulai temaram, gelak tawa dan petikan gitar kecil berpadu dengan desau angin sore. Di tengah pelataran sederhana berbalut karpet tipis itu, Firman duduk bersila, dikelilingi belasan anak muda yang asyik melempar canda. Pria berusia 34 tahun ini bukan sekadar nama yang tertera di struktur organisasi; ia adalah denyut nadi yang menghidupkan kembali gairah 42 jiwa muda dari berbagai latar belakang usia, mulai dari anak SMP, SMA, mahasiswa, hingga mereka yang telah menapaki dunia kerja.

Bapak Firman, Ketua Remaja Masjid Baiturrohmah, berpose dengan mengenakan jas resmi dan peci hitam. (Foto : Firman)

Jejak langkah Firman hingga berada di titik ini bukanlah kisah tentang ambisi kekuasaan, melainkan sebuah panggilan ketulusan yang terpatri tanpa balasan materi. Empat tahun silam, ia menjejakkan kaki di lingkungan tersebut murni sebagai seorang pendatang baru yang asing. Tanpa ada ikatan darah atau akar keluarga di tanah itu, ia tak pernah mematok pamrih. Hari-harinya diisi dengan keikhlasan turun tangan dalam setiap hajatan warga, mulai dari berdiri di balik pengeras suara sebagai pembawa acara hingga dengan sabar, tanpa dibayar, merapikan barisan anak-anak dalam perlombaan kampung. Kesungguhan dan ketulusan tanpa pamrih itulah yang mengetuk hati Pak RW. Ketika tampuk kepemimpinan Remaja Masjid Baiturrohmah mengalami kekosongan sepeninggal ketua lama yang menikah, amanah itu diserahkan kepada Firman, bukan atas dasar popularitas, melainkan buah dari dedikasi sunyinya. 

“Awalnya jujur ada rasa canggung yang luar biasa. Saya ini orang luar, pendatang baru, sementara anak-anak muda di sini punya dunianya sendiri,” kenang Firman sambil tersenyum menatap deretan anak mudanya.

Namun, alih-alih duduk di singgasana kekuasaan dengan atribut senioritas yang kaku, Firman menanggalkan sekat-sekat itu. Ia memilih melebur. Ia belajar memahami bahasa para remaja, ikut tertawa dalam candaan mereka, dan dengan sabar sedia mendengarkan setiap keresahan personal anggotanya. Jika ada ide cemerlang dari anak-anak muda ini, Firman sendiri yang dengan gigih membawanya naik ke meja rapat tingkat RW. 

“Kalau kita mendatangi anak muda dengan aturan kaku, mereka akan lari. Kuncinya cuma satu: buat mereka nyaman, hargai setiap suara kecil mereka,” tutur Firman, menggambarkan filosofi pengabdiannya yang tulus.

Para anggota Remaja Masjid Baiturrohmah berkumpul di serambi masjid dalam balutan busana muslim setelah mengikuti kegiatan keagamaan. (Foto : Firman)

Di bawah kepemimpinan yang berjalan tulus tanpa mengharapkan materi ini, Remaja Masjid Baiturrohmah tumbuh menjadi sebuah ruang hidup yang merangkul siapa saja. Organisasi nonformal ini berjalan tanpa seleksi birokratis yang rumit. Pintu masjid terbuka lebar bagi siapa pun, dari pelajar, mahasiswa rantau, anak-anak berkebutuhan khusus, hingga warga non-Muslim yang ingin berpartisipasi dalam kerja sosial kemasyarakatan. 

Hari-hari mereka diwarnai denyut kebersamaan yang nyata. Setiap bulan Ramadhan tiba, pelataran masjid bergemuruh oleh derap langkah tadarus, kajian sore, dan persiapan buka bersama. Di luar itu, tangan-tangan muda ini bahu-membahu menyukseskan perayaan 17 Agustus, turun ke jalan membersihkan fasilitas umum dalam kerja bakti, hingga merajut kedisiplinan lewat program Mabit (Masa Bina dan Takwa) setiap liburan akhir tahun.

Meski roda organisasi berputar tanpa sokongan anggaran tetap dan hanya mengandalkan ketukan pintu DKM atau pihak RW saat membutuhkan dana, semangat di dalamnya tidak pernah padam oleh keterbatasan. Tanpa gedung markas permanen serta hanya memanfaatkan teras masjid dan ruang tamu rumah warga, ikatan batin yang terajut justru begitu kuat menembus dinding-dinding materi. 

Firman masih lekat dalam ingatan saat air mata tumpah dari pipi dua remaja aktif yang harus pindah rumah ke luar kota. Isak tangis perpisahan itu menjadi bukti paling jujur bahwa serambi sederhana tersebut telah berubah wujud menjadi rumah kedua yang sarat hangat kekeluargaan. Melalui kesabaran tanpa batas dan keikhlasan tanpa pamrih, Firman telah membuktikan satu hal: merawat generasi muda tidak butuh panggung yang megah atau bayaran yang tinggi, melainkan ketulusan hati untuk merangkul sesama di atas hamparan asa.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme