Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Febby Trias Mukti, Bidan yang Menemani Tumbuh Kembang Lewat Panggilan Hati

Posted on Oktober 8, 2026Oktober 8, 2026 by Erdi Aqil Fauzan

Penulis: Rusmahendrati Kencana Rukmi | Narasumber: Febby Trias Mukti | Keterangan: Feature News | Rabu, 7 Oktober 2026 | 14.00 WIB

Febby Trias Mukti, seorang bidan dan pemilik Juwara Baby Spa & Mom Care (Dok. Koleksi Febby)

BANYUMAS, SUDUTNALAR – Seorang anak berusia 15 bulan berdiri dengan kedua tangan masih berpegangan. Kakinya mencoba melangkah, tetapi tubuhnya belum mampu menjaga keseimbangan. Di sampingnya, Febby Trias Mukti mengamati setiap gerakan sambil mengarahkan anak itu untuk mencoba lagi.

Pertemuan pertama belum membuahkan hasil. Pada pertemuan berikutnya, anak itu masih membutuhkan pegangan. Febby tetap mengulangi latihan dan mengajak orang tua ikut mendampingi agar latihan dapat dilanjutkan di rumah.

Hingga pada pertemuan ketiga, pegangan itu akhirnya dilepaskan. Anak tersebut berhasil melangkah sendiri. Momen itu menjadi salah satu pengalaman yang berkesan selama Febby menjalani profesinya sebagai bidan. Baginya, proses tersebut adalah bukti bahwa perkembangan seorang anak membutuhkan waktu, latihan, dan pendampingan.

Ketertarikan Febby pada bayi dan anak sudah muncul sejak masa kuliah.

“Sejak kuliah memang sudah ada rencana dan keinginan jadi bidan karena saya suka anak kecil dan bayi,” ujar Febby.

Setelah menjadi bidan, Febby melihat bahwa pekerjaannya tidak terbatas di lingkungan rumah sakit, klinik, atau puskesmas. Ia kemudian memilih mengembangkan kebidanan komplementer melalui pijat bayi dan pendampingan tumbuh kembang anak. Dari sebuah ruangan kecil di rumah, Juwara Baby Spa & Mom Care mulai dirintis.

Untuk memperkenalkan jasanya, Febby tidak menunggu pasien datang. Ia mendatangi posyandu di desanya hingga ke desa-desa tetangga.

“Harus bisa capai. Waktu awal memulai pun saya keliling ke posyandu-posyandu di desa, lalu ke desa tetangga,” katanya.

Tidak semua masyarakat langsung terbiasa dengan kehadiran bidan dalam perawatan anak. Sebagian masih lebih percaya kepada dukun bayi. Febby kemudian memperkenalkan peran bidan dan menjelaskan pentingnya perawatan yang tepat bagi ibu dan bayi. Ia terus datang dan berinteraksi dengan masyarakat hingga semakin banyak yang mengenal jasanya.

Usaha yang dimulai dari rumah itu kemudian berkembang. Selain melayani pasien di tempat, Febby menerima layanan home care dan mendatangi rumah pasien. Ia membawa perlengkapan kerjanya dari satu rumah ke rumah lainnya, menghadapi jarak dan cuaca yang tidak selalu bersahabat.

Musim hujan menjadi salah satu pengalaman yang masih ia ingat.

“Dulu waktu musim hujan tuh luar biasa, hampir setiap hari pasti pulang sore kehujanan. Sampai rumah basah kuyup,” tuturnya.

Di antara perjalanan dari rumah ke rumah, ada pengalaman bersama seorang bayi yang terus melekat dalam ingatannya. Febby pernah mendampingi bayi tersebut sejak berusia sekitar tiga hari hingga enam bulan. Ia menjadi orang pertama yang memijat dan memandikan bayi itu di rumah.

Dari waktu ke waktu, Febby melihat perubahan yang terjadi. Bayi yang sebelumnya hanya berbaring mulai tengkurap, kemudian mampu duduk. Perubahan itu berlangsung sedikit demi sedikit.

Perhatian Febby tidak berhenti pada bayi. Dalam kondisi tertentu, ia memberikan layanan gratis atau potongan harga kepada keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Ia juga mengingatkan orang tua untuk terus belajar dan bersabar dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

“Ibu itu harus bahagia, karena kalau ibu sehat dan bahagia, anak juga akan ikut merasakan kebahagiaan,” tuturnya.

Kini, Juwara Baby Spa & Mom Care menjadi tempat Febby menjalankan profesinya. Sementara itu, layanan home care membuatnya tetap berpindah dari satu rumah pasien ke rumah lainnya. Setiap kunjungan mempertemukannya dengan keluarga dan tahapan tumbuh kembang yang berbeda.

“Menjadi bidan itu salah satu panggilan hati,” kata Febby.

Bertahun-tahun menjalani profesi itu membuat Febby terus berada di antara cerita ibu dan anak. Ada bayi yang baru belajar tengkurap, bayi yang mulai mampu duduk, hingga anak yang sedang belajar berdiri tanpa pegangan.

Proses tumbuh tidak selalu ditandai oleh perubahan besar. Terkadang, kemajuan hadir dalam gerakan sederhana yang mungkin hanya berlangsung beberapa detik. Seperti ketika seorang anak akhirnya melepaskan pegangan, berdiri sendiri, lalu mengambil langkah pertamanya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme