Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Menyiapkan Bekal Sebelum Lulus: Program Sekolah Mantap SMAN 3 Purwokerto

Posted on September 29, 2026September 29, 2026 by calista aneen

sudutnalar.com, 29 September 2026

Sosialisasi Program Sekolah Mantap SMA Negeri 3 Purwokerto. Dok : artikel SMA Negeri 3 Purwokerto.

PURWOKERTO, SUDUT NALAR — Tidak semua siswa SMA memiliki rencana yang sama setelah menyelesaikan pendidikan. Sebagian memilih melanjutkan ke perguruan tinggi, sementara sebagian lainnya perlu mempersiapkan diri untuk langsung memasuki dunia kerja. Melihat kebutuhan tersebut, SMA Negeri 3 Purwokerto menghadirkan program Sekolah Mantap sebagai salah satu wadah untuk membekali siswa dengan keterampilan yang dapat diterapkan setelah lulus.

Sekolah Mantap memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan di luar pembelajaran akademik. Beberapa bidang yang difasilitasi dalam program ini meliputi bahasa Inggris, desain grafis, servis HP, tata boga, dan tata rias. Keterampilan tersebut diarahkan agar siswa memiliki kemampuan praktis yang dapat menjadi bekal ketika melanjutkan langkah setelah SMA.

Program ini terutama menjadi ruang bagi siswa yang membutuhkan alternatif persiapan setelah lulus. Dengan memperoleh keterampilan tertentu sejak masih duduk di bangku sekolah, siswa diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.

Salah satu siswa kelas XII yang mengikuti program tersebut, Devit menilai keterampilan yang diberikan cukup memungkinkan untuk diterapkan setelah dirinya lulus dari SMA. Menurutnya, materi yang diperoleh bersifat praktis dan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan di luar sekolah.

“Ya, saya merasa keterampilan ini bisa digunakan. Keterampilan yang diajarkan cukup praktis dan sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini,” ujar Devit.

Menurut Devit, keterampilan yang diperoleh juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kegiatan yang menghasilkan. Jika ditekuni, kemampuan tersebut dapat menjadi modal awal untuk bekerja lepas maupun menjalankan usaha sampingan setelah menyelesaikan pendidikan SMA.

Bagi Devit, pembelajaran dalam Sekolah Mantap sejauh ini telah memberikan fondasi awal yang cukup. Materi dan waktu yang disediakan dinilai mampu memberikan gambaran mengenai bagaimana keterampilan yang dipelajari dapat diterapkan dalam situasi nyata.

“Saya rasa sudah cukup sebagai fondasi dasar. Alokasi waktu dan materi yang diberikan sudah memberikan gambaran awal yang jelas mengenai bagaimana keterampilan tersebut diterapkan di dunia nyata,” katanya.

Meski program memberikan keterampilan selama siswa masih berada di sekolah, manfaatnya tidak berhenti pada saat pembelajaran selesai. Tantangan berikutnya adalah bagaimana siswa dapat memanfaatkan kemampuan tersebut setelah benar-benar memasuki dunia kerja atau kehidupan setelah SMA.

Devit menilai sekolah dapat mengambil peran lebih jauh dengan memantau perkembangan siswa setelah mereka lulus. Ia menyarankan adanya sistem penelusuran alumni yang mengikuti program Sekolah Mantap. Melalui sistem tersebut, sekolah dapat mengirimkan formulir evaluasi secara berkala, misalnya enam bulan atau satu tahun setelah siswa lulus. Penelusuran itu dapat digunakan untuk mengetahui berapa banyak alumni yang memanfaatkan keterampilan yang telah dipelajari untuk bekerja atau membuka usaha.

Selain melihat keberhasilan alumni, evaluasi tersebut juga dapat membantu sekolah mengetahui kendala yang dihadapi lulusan ketika mencoba menerapkan keterampilannya di lapangan. Dengan begitu, sekolah dapat memperoleh gambaran mengenai bagian program yang masih perlu dikembangkan.

Pada akhirnya, keberhasilan program tidak hanya dapat dilihat dari keterampilan yang berhasil dipelajari siswa selama berada di sekolah. Pemanfaatan keterampilan tersebut setelah lulus juga menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana bekal yang diberikan benar-benar dapat digunakan.

Penulis : Calista Aneen Cahyani

Editor : Athaya Aqilah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme