Penulis: Mishyagian Romadon | Narasumber: Nur Avianingsih | Keterangan: Profil | Senin 21, September 2026 | 16.00 WIB

12 Tahun Mengabdi, Guru Honorer Diangkat Menjadi PPPK pada 2021. (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Purwokerto – sudutnalar.com, Nur Avianingsih, seorang guru Sekolah Dasar (SD), telah mengabdi di dunia pendidikan selama lebih dari satu dekade. Ia memulai karier sebagai guru Wiyata Bakti pada 1 Oktober 2009. Nining resmi diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021. Kisah Nining menjadi gambaran dedikasi seorang guru dalam mendukung pendidikan generasi muda.
Menjadi guru merupakan cita-cita Nining sejak kecil. Menurutnya, profesi ini memberi kesempatan untuk berbagi ilmu sekaligus membentuk karakter dan akhlak siswa. Ia juga meyakini bahwa ilmu yang diajarkannya terus digunakan oleh siswa menjadi amal jariyah baginya. Selain itu, profesi guru memberinya ruang untuk terus belajar dan mendapat penghormatan dari masyarakat.
Selama 12 tahun berstatus honorer, Nining mengaku tetap bertahan meski penghasilan terbatas. βWalaupun gaji yang saya terima sedikit, saya percaya Allah akan menggantikan dengan pahala yang lebih besar,β ujarnya.
Dalam menjalankan tugas, Nining menghadapi berbagai tantangan, di antaranya perbedaan karakteristik, kemampuan, dan latar belakang keluarga siswa. Tantangan lain muncul di era digital, yaitu menjaga fokus siswa agar tidak kecanduan gawai. Untuk mengatasi hal tersebut, Nining menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi, seperti belajar sambil bermain, menggunakan video pembelajaran, dan berdiskusi dalam kelompok.
Salah satu pengalaman yang berkesan baginya adalah menangani seorang siswa yang sempat enggan bersekolah karena kecanduan gawai hingga larut malam sehingga sering mengantuk saat pelajaran. Menurut Nining, pendampingan dan dukungan yang konsisten membuat siswa tersebut kembali bersemangat untuk bersekolah. Siswa tersebut kini telah melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Pencapaian yang paling diingat Nining adalah ketika mengajar siswa kelas 6 yang lulus dengan nilai baik dan akhlak terpuji sehingga diterima di SMP pilihannya.
Nining menyampaikan bahwa prinsip yang ia pegang dalam mendidik adalah memberi keteladanan, mengajar dengan ikhlas dan penuh kasih sayang. Ia juga berpesan kepada generasi muda agar rajin belajar, menghormati orang tua dan guru, berani bermimpi besar, serta tetap menjunjung tinggi adab.
Perjalanan Nining menggambarkan dedikasinya dalam menjalankan profesi sebagai guru selama bertahun-tahun. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanannya dalam mendampingi siswa dan mendukung proses pendidikan.
Penulis: Mishyagian Romadon
Editor: Aurelia Dwi Salsabila
