Purwokerto – Sudutnalar.com, Menjadi seorang dokter pernah menjadi satu-satunya mimpi besar yang ingin dicapai oleh Caesarla Elintang Yolawati. Berbagai persiapan matang telah dilalui, mulai dari belajar mandiri hingga mengikuti bimbingan belajar demi mengejar beberapa materi yang tertinggal. Namun, takdir berkata lain. Ketika pengumuman Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tiba, namanya justru tercantum “lulus” pada Program Studi Pendidikan Matematika—jurusan yang sama sekali tidak pernah masuk dalam rencananya.
Awal perjalanan di perguruan tinggi terasa begitu berat baginya. Rasa kecewa karena tidak diterima di jurusan impian sempat membayangi hari-harinya. Titik balik baru terjadi ketika ia mendapati salah satu nilai mata kuliahnya tidak lulus. Kegagalan tersebut justru membakar semangatnya untuk bangkit.
“Nah, dari sana saya termotivasi, kalau matematika saja saya belum bisa, apalagi menjadi seorang dokter,” ungkapnya mengenang momen yang memicu motivasinya tersebut.
Kemudian ia menantang dirinya untuk membenahi cara belajar dan mendalami matematika lebih serius. Kerja keras itu membuahkan hasil yang memuaskan, yakni ia lulus dengan predikat sangat memuaskan, bahkan melanjutkan studi hingga jenjang Magister (S2). Dari proses itulah ia menyadari bahwa dunia pendidikan menyimpan daya tarik dan keindahan tersendiri.

Caesarla Elintang Yolawati saat menjelaskan materi matematika menggunakan media pembelajaran visual kepada para siswa di kelas. Pendekatan ini dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang rileks dan komunikatif. (Foto: dok. Caesarla Elintang Yolawati)
Kini, Lintang mengabdikan dirinya sebagai pengajar matematika di platform edukasi digital Ruangguru. Menyadari bahwa matematika sering kali menjadi pelajaran yang dihindari, ia berupaya mematahkan stigma tersebut melalui metode mengajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Dalam mengajar, ia mengombinasikan pendekatan yang ramah, menciptakan suasana kelas yang rileks, serta menghubungkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari. Meski demikian, ia tetap menjaga ketegasan dan kedisiplinan selama proses belajar mengajar berlangsung.
Hal yang paling berkesan selama menjadi pengajar adalah ia bangga menyaksikan kegigihan para siswa dalam melampaui keterbatasan mereka. Dedikasi tersebut terbayar ketika sekitar 50% siswa yang didampinginya berhasil menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan jurusan pilihan mereka.
“Selain itu, hal yang paling membahagikan dan mengesankan adalah bagaimana saya melihat para siswa belajar begitu keras, bagaimana mereka memang menganggap matematika itu menyulitkan, tapi usaha mereka untuk terus belajar dan terus berusaha meraih mimpi-mimpi mereka hingga bisa dibilang 50% siswa yang saya ajarkan alhamdulillah berhasil lulus di perguruan tinggi negeri dan di jurusan yang mereka inginkan,” ujarnya.
Bagi Lintang, hal yang paling berkesan bukan hanya interaksi dengan siswa, melainkan juga kebersamaan dengan sesama pengajar di Ruangguru yang menjadi bahan bakar semangatnya. Lingkungan kerja yang positif dan berorientasi pada pertumbuhan mendorongnya untuk tidak mudah berputus asa. Ia memegang teguh prinsip bahwa seorang pendidik harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi serta konsistensi untuk terus belajar.
Kepada generasi muda yang sedang berjuang, ia menekankan pentingnya menghargai proses ketimbang sekadar berfokus pada hasil akhir.
“Pesan saya untuk teman-teman yang sedang berjuang, jangan cepat merasa tidak mampu hanya karena sedang mengalami kesulitan. Kita tidak tahu ke mana hidup membawa kita, yang penting terus berusaha dan tidak berhenti karena satu kegagalan. Bagi yang ingin menjadi pengajar, jadilah pendidik yang mau terus belajar agar bisa berkembang bersama siswa. Mungkin tidak semua rencana berjalan sesuai keinginan, tetapi selama mau berusaha, kita bisa menemukan makna dan kesempatan baru dari jalan yang sedang dijalani.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa setiap proses memiliki makna. Kesulitan dan kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan untuk terus belajar, berkembang, serta menemukan peluang dan makna baru dalam kehidupan.
Penulis: Caesaria Cahaya Rembulan
Editor: Adzra Rosalina
