sudutnalar.com, 22 September 2026

Tanzila Putri dengan hasil karyanya yang berhasil diterbitkan. (Dokumentasi : Calista Aneen C.)
PURWOKERTO, SUDUTNALAR – Di tengah kesibukannya sebagai pelajar SMA kelas 12, Tanzila Putri atau akrab dipanggil Zila berhasil menerbitkan dua buku dan mendirikan Aksaraloka, wadah penerbitan sekaligus komunitas literasi miliknya. Prestasi di bidang kepenulisan juga terbukti lewat keberhasilannya lolos ke tingkat provinsi dalam ajang FLS3N kategori menulis cerita pendek.
Ketertarikan Zila pada dunia menulis sudah tumbuh sejak kecil. Meski sempat diarahkan ke bidang musik dan olahraga oleh orang tuanya, ia mengaku lebih senang berimajinasi dan menuangkan cerita lewat komputer maupun tablet miliknya, termasuk membuat cerita fabel dengan karakter ciptaannya sendiri. “Semakin lama aku sadar kalau ternyata imajinasi yang selama ini ada di kepalaku bisa jadi sebuah cerita,” ujar Zila.
Dalam proses berkarya, Zila mengaku terinspirasi oleh sosok yang mampu menjalani banyak peran sekaligus seperti, Shakira Amirah pemenang COC Season 1 yang menjalani pendidikan kedokteran sambil aktif menulis karya ilmiah dan jugga Prilly Latuconsina yang dikenal aktif di berbagai bidang termasuk public speaking dan kepenulisan.

Dari imajinasi hingga menjadi karya, dua buku ini menjadi bagian dari perjalanan Tanzila Putri sebagai penulis muda (Dokumentasi : Calista Aneen C. )
Soal proses dalam menulis, Zila tidak menerapkan jadwal menulis yang ketat. Ia lebih memilih mencatat ide-ide kecil yang muncul sehari-hari sebelum mengembangkannya menjadi cerita utuh. Bahkan, naskah buku keduanya selesai dalam waktu sekitar dua minggu. “Yang paling penting bukan selalu punya banyak waktu luang, tapi ketika ada waktu dan ide, kita mau memanfaatkannya atau nggak,” katanya.
Perjalanan Zila di ajang FLS3N turut memberi pelajaran berharga. Selain harus membagi waktu antara sekolah dan latihan hingga sebulan penuh, ia juga sempat menghadapi tekanan akibat ekspektasi dari lingkungan sekitarnya. Meski begitu, ia
mengaku pengalaman tersebut mengajarkannya banyak hal tentang tanggung jawab dan cara menghadapi tekanan.
Ke depannya, Zila berencana mengembangkan Aksaraloka agar tidak hanya menjadi tempat penerbitan karyanya tetapi, juga ruang berkumpul bagi para penulis dan pencinta sastra lewat kegiatan-kegiatan kreatif seperti workshop. Salah satu bukunya pun tengah dalam proses adaptasi menjadi serial di sebuah aplikasi.
Kepada teman-teman yang ingin mulai menulis namun masih ragu, Zila berpesan agar tidak perlu memikirkan hasil akhir terlebih dahulu. “Mulai saja dari hal yang paling sederhana, karena kita nggak pernah tahu tulisan kecil yang kita buat hari ini akan membawa kita ke mana nantinya,” pungkasnya.
Penulis : Calista Aneen Cahyani
Penyunting : Athaya Aqilah
